Akhirnya Jembatan Rurum Doo di Krayan Timur  Dibangun Pemerintah, Anggaran Rp645 Juta Digelontorkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Pembangunan jembatan utama di Kecamatan Krayan Timur. (Foto: Camat Krayan Timur)
Pembangunan jembatan utama di Kecamatan Krayan Timur. (Foto: Camat Krayan Timur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Akhirnya Jembatan Rurum Doo di Krayan Timur  Dibangun Pemerintah, Anggaran Rp645 Juta Digelontorkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca3 kali dibaca
Pembangunan jembatan utama di Kecamatan Krayan Timur. (Foto: Camat Krayan Timur)
Pembangunan jembatan utama di Kecamatan Krayan Timur. (Foto: Camat Krayan Timur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Akhirnya Jembatan Rurum Doo di Krayan Timur  Dibangun Pemerintah, Anggaran Rp645 Juta Digelontorkan

3
Pembangunan jembatan utama di Kecamatan Krayan Timur. (Foto: Camat Krayan Timur)
Pembangunan jembatan utama di Kecamatan Krayan Timur. (Foto: Camat Krayan Timur)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Pembangunan Jembatan Rurum Doo di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, menjadi angin segar bagi masyarakat di Dataran Tinggi Krayan. Infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu akses vital warga tersebut mulai direalisasikan pada 2026 melalui alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Camat Krayan Timur, Marjuni mengatakan, bahwa kehadiran jembatan ini bukan sekadar menjawab kebutuhan konektivitas perdesaan, melainkan juga menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi, akses pelayanan publik, hingga keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah Krayan Timur.

"Jembatan Rurum Doo memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung bagi 17 desa di kawasan Long Umung. Dengan direalisasikannya pembangunan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih aman dan lancar, sekaligus mengurangi hambatan mobilitas akibat kondisi geografis wilayah perbatasan," ujar Marjuni.

Pembangunan jembatan ini dilaksanakan melalui program rekonstruksi jalan Pemkab Nunukan Tahun Anggaran 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp645 juta. Pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan 2026 dengan masa pelaksanaan selama 100 hari kalender.

Menurut Marjuni, keberadaan Jembatan Rurum Doo memiliki nilai strategis yang jauh melampaui fungsi fisiknya sebagai penghubung wilayah. Infrastruktur ini merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan memastikan akses pendidikan bagi generasi muda tetap berjalan.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di sejumlah sekolah, mulai dari SDN Long Umung, SMPN Long Umung, hingga siswa asal Long Umung yang melanjutkan pendidikan ke SMAN Krayan dan SMKN Krayan.

“Perlu dipahami bersama bahwa Jembatan Rurum Doo bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa, melainkan akses sehari-hari yang sangat krusial bagi mobilitas masyarakat di Krayan Timur. Lebih dari itu, jembatan ini merupakan jalur utama bagi anak-anak generasi penerus bangsa untuk menuntut ilmu,” ungkap Marjuni.

Karena itu, pembangunan jembatan tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap keselamatan dan kelancaran perjalanan para pelajar. Akses transportasi yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar anak-anak di kawasan perbatasan dapat memperoleh kesempatan pendidikan tanpa terus dibayangi kendala geografis.

Di sisi lain, kelancaran konektivitas juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Akses yang lebih baik akan menunjang mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas sosial dan pelayanan pemerintahan antardesa.

Marjuni menegaskan, pembangunan Jembatan Rurum Doo menjadi gambaran nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan keterisolasian yang selama ini dihadapi masyarakat Krayan Timur.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan tidak semestinya hanya dipandang sebagai proyek fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang dan mendapatkan pelayanan yang setara.

“Kami menyadari bahwa terealisasinya pembangunan Jembatan Rurum Doo ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Atas nama Pemerintah Kecamatan dan masyarakat Krayan Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyuarakan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kami di tingkat kebijakan, khususnya anggota DPRD Nunukan yang senantiasa berpihak pada pembangunan kawasan perbatasan,” pungkasnya.