Pemprov Kaltim Siapkan Skema Ekspor Langsung ke Luar Negeri

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat melakukan audiensi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim di ruangannya, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (5/11/2026). (foto: Dokpim Arief Murtadha)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat melakukan audiensi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim di ruangannya, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (5/11/2026). (foto: Dokpim Arief Murtadha)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemprov Kaltim Siapkan Skema Ekspor Langsung ke Luar Negeri

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat melakukan audiensi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim di ruangannya, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (5/11/2026). (foto: Dokpim Arief Murtadha)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat melakukan audiensi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim di ruangannya, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (5/11/2026). (foto: Dokpim Arief Murtadha)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemprov Kaltim Siapkan Skema Ekspor Langsung ke Luar Negeri

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat melakukan audiensi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim di ruangannya, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (5/11/2026). (foto: Dokpim Arief Murtadha)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat melakukan audiensi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim di ruangannya, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (5/11/2026). (foto: Dokpim Arief Murtadha)

Reporter: Zulkifli | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berupaya membuka jalur ekspor langsung dari daerah ke negara tujuan tanpa harus melalui pelabuhan di Surabaya maupun Jakarta. 

Langkah tersebut disiapkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor agar manfaat ekonominya dapat dinikmati langsung oleh daerah asal barang.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menyampaikan, rencana itu menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi bersama Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltim.

Dikatakan Seno Aji, selama ini sejumlah komoditas dari Kaltim masih harus singgah di daerah lain sebelum dikirim ke negara tujuan. Kondisi tersebut dinilai perlu dibenahi agar proses ekspor dapat dilakukan langsung dari Kaltim.

“Ke depannya, kami mengharapkan agar ekspor tersebut bisa langsung dilakukan dari Kaltim ke negara tujuan, tanpa harus singgah terlebih dahulu di Surabaya maupun Jakarta. Dengan demikian, nilai tambah dari hasil ekspor tersebut bisa diperoleh di Kaltim,” ujar Seno Aji.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov Kaltim akan mengoordinasikan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Balai Karantina serta pengelola pelabuhan di wilayah Kaltim.

Ia meminta Dinas Perindustrian Kaltim, untuk menjajaki pertemuan dengan Balai Karantina dan beberapa pelabuhan. Pertemuan itu diarahkan untuk membentuk kantor bersama yang dapat mengintegrasikan pelayanan ekspor.

"Di dalam kantor tersebut nantinya akan melibatkan Bea Cukai, Balai Karantina, serta DPPKUKM," sebutnya. 

Keberadaan fasilitas terpadu itu diharapkan mempermudah pelaku usaha mengurus berbagai persyaratan sebelum mengirimkan komoditas ke luar negeri. Salah satu dokumen yang menjadi perhatian ialah Certificate of Origin (COO) atau Surat Keterangan Asal. Dokumen tersebut diperlukan untuk menerangkan asal barang yang diekspor.

“Tujuannya untuk membentuk satu rumah bersama atau kantor bersama yang di dalamnya terdapat Bea Cukai, Balai Karantina, dan DPPKUKM. Dengan begitu, mereka nantinya bisa mendapatkan COO atau Certificate of Origin dari Kaltim,” jelasnya.

Melalui skema tersebut, lanjut Seno, Pemprov Kaltim ingin membangun sistem pelayanan ekspor yang lebih terintegrasi. Selain mempermudah proses administrasi, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kaltim sebagai daerah asal komoditas yang memiliki akses langsung ke pasar internasional.

"Kita berharap ini berjalan sesuai rencana. Sehingga nanti dapat memperkuat posisi Kaltim sebagai daerah asal komoditas," pungkasnya.