Berau Bidik Sistem Kelistrikan Terintegrasi pada 2027

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)!
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)!

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Berau Bidik Sistem Kelistrikan Terintegrasi pada 2027

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)!
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)!

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Berau Bidik Sistem Kelistrikan Terintegrasi pada 2027

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)!
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)!

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Gangguan listrik yang sempat melumpuhkan pasokan energi di Kabupaten Berau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. 

Di tengah persoalan tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyoroti pentingnya penguatan sistem kelistrikan agar daerah tidak terus bergantung pada jaringan yang rentan mengalami gangguan.

Bupati menjelaskan, sistem kelistrikan Berau saat ini tengah mengalami perubahan menuju jaringan interkoneksi yang menghubungkan pasokan listrik dari sejumlah daerah, termasuk Samarinda dan Balikpapan.

Perubahan tersebut membuat pola distribusi listrik berbeda dibandingkan sistem sebelumnya yang mengandalkan pembangkit listrik lokal seperti PLTU, PLTD dan PLTS.

Menurutnya, ketika terjadi gangguan pada satu titik jaringan interkoneksi, dampaknya bisa meluas hingga menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah. 

Kondisi inilah yang perlu dipahami masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait penyebab gangguan listrik.

“Kalau satu titik mengalami gangguan, dampaknya bisa dirasakan sampai ke wilayah lain. Ini yang perlu dipahami masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, salah satu faktor yang memicu gangguan jaringan sebelumnya berkaitan dengan kondisi pepohonan di sekitar jalur transmisi.

Pohon bangris yang memiliki ukuran cukup tinggi disebut tumbang hingga menimpa jaringan dan menarik konstruksi tiang listrik.

Karena itu, selain mendorong perbaikan jaringan, pemerintah daerah berharap PLN dapat memperkuat sistem cadangan sehingga gangguan pada jalur utama tidak langsung berdampak luas terhadap masyarakat.

Sri Juniarsih menyebut pengembangan sistem interkoneksi menjadi bagian dari arah modernisasi kelistrikan Berau. 

Pemerintah menargetkan peralihan sistem tersebut semakin maksimal mulai 2027. “Ke depan kita akan memaksimalkan jaringan interkoneksi. Sistem kelistrikan kita sudah bergerak menuju pola yang lebih modern,” ujarnya.

Dengan pengembangan tersebut, pasokan listrik Berau nantinya semakin terhubung dengan jaringan antardaerah. Pemerintah daerah berharap perubahan sistem ini dapat memperkuat keandalan pasokan sekaligus mengurangi risiko pemadaman berkepanjangan.

Meski demikian, penguatan jaringan dan ketersediaan sumber daya cadangan tetap menjadi hal penting agar kebutuhan listrik masyarakat, dunia usaha, serta pelayanan publik di Berau dapat terpenuhi secara berkelanjutan.