Banner ADV

Perluasan Kawasan Pertanian Kukar Sasar Dua Sentra Produktif, Irigasi Masih Jadi Tantangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Persawahan Bukit Biru (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Persawahan Bukit Biru (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Perluasan Kawasan Pertanian Kukar Sasar Dua Sentra Produktif, Irigasi Masih Jadi Tantangan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Persawahan Bukit Biru (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Persawahan Bukit Biru (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Perluasan Kawasan Pertanian Kukar Sasar Dua Sentra Produktif, Irigasi Masih Jadi Tantangan

Persawahan Bukit Biru (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Persawahan Bukit Biru (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai diarahkan pada penguatan kawasan-kawasan yang telah memiliki hamparan lahan produktif.

Langkah ini dilakukan dengan menambah dua wilayah baru sebagai kawasan pengembangan pertanian, yakni Rapak Lambur di Kecamatan Tenggarong dan Jonggon di Kecamatan Loa Kulu.

Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menopang produksi pangan daerah. Masing-masing memiliki hamparan lahan pertanian eksisting dengan luas lebih dari 1.000 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Mohammad Rifani mengatakan penambahan dua wilayah tersebut membuat jumlah kawasan pengembangan pertanian di Kukar meningkat dari lima menjadi tujuh kawasan.

Ia menjelaskan, penetapan kawasan tidak hanya mengacu pada pembagian wilayah administratif, tetapi lebih mengutamakan keberadaan hamparan pertanian yang luas dan telah berproduksi.

“Di Rapak Lambur dan Jonggon, hamparannya sudah lebih dari 1.000 hektare. Jadi, kawasan itu berdasarkan pendekatan luas hamparan,” kata Rifani.

Menurutnya, Rapak Lambur dan Jonggon bukan wilayah yang baru akan dibuka untuk pertanian. Keduanya sudah memiliki aktivitas dan lahan pertanian yang berkembang sehingga dinilai layak diperkuat melalui penetapan sebagai kawasan pengembangan.

Namun, perluasan kawasan tersebut masih dihadapkan pada kebutuhan infrastruktur pendukung. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan jaringan irigasi yang belum sepenuhnya mampu menjangkau kebutuhan lahan pertanian.

“Kalau untuk irigasi, pasti masih membutuhkan pembenahan. Karena rasio kita memang belum tercukupi,” ungkapnya.

Persoalan irigasi menjadi salah satu aspek penting agar hamparan pertanian yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Sebab, peningkatan luas kawasan perlu diimbangi dengan dukungan sarana produksi, terutama untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan.

Sebelum penambahan tersebut, Kukar telah memiliki lima kawasan pengembangan pertanian, yakni Tenggarong Seberang I, Tenggarong Seberang II, Muara Kaman, Tenggarong dan Marangkayu.

Muara Kaman menjadi salah satu kawasan yang memiliki peran penting sebagai lumbung beras karena hamparan persawahannya saling terhubung. Sementara Tenggarong Seberang dibagi menjadi dua kawasan pengembangan berdasarkan potensi hamparan pertaniannya.

Dengan bertambahnya Rapak Lambur dan Jonggon, pemerintah daerah kini memiliki tujuh kawasan yang menjadi fokus pengembangan sektor pertanian. 

Penambahan ini diharapkan tidak hanya memperluas cakupan pembinaan, tetapi juga memperkuat pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan Kukar.

Meski demikian, pembenahan infrastruktur irigasi tetap menjadi pekerjaan penting agar potensi pertanian di kawasan-kawasan tersebut dapat berkembang lebih maksimal. (Adv)