Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Menjaga kepercayaan masyarakat menjadi salah satu tantangan penting bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengawal demokrasi.
Integritas dan profesionalitas penyelenggara pemilu pun harus terus diperkuat agar setiap suara rakyat benar-benar terjaga.
Ini disampaikan Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono ssat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 KPU RI di Aula Kantor KPU Balikpapan, Jumat (6/11/2026).
Mengusung tema "Merawat Suara Rakyat, Menjaga Demokrasi", peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan KPU sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.
Yudho mengatakan selama 73 tahun perjalanan KPU, tantangan dalam penyelenggaraan demokrasi terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Namun, tanggung jawab untuk menjaga kedaulatan rakyat melalui pemilu yang berkualitas harus tetap menjadi prinsip utama.
Menurutnya, tema yang diangkat bukan sekadar slogan peringatan, melainkan pengingat bagi seluruh jajaran KPU mengenai besarnya tanggung jawab dalam menjaga suara masyarakat.
Ia menegaskan, integritas kelembagaan dan kepercayaan publik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaan tugas penyelenggara pemilu.
Selain itu, upaya membangun demokrasi yang berkualitas tidak dapat dilakukan KPU secara mandiri.
Dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, partai politik, organisasi masyarakat hingga insan pers.
"KPU Kota Balikpapan menyadari bahwa kami tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Karena itu, sinergisitas dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat harus terus kita rawat," ucap Yudho.
Peringatan HUT ke-73 KPU tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta sejumlah pimpinan instansi dan lembaga terkait.
Perwakilan partai politik dan insan pers juga hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari unsur yang memiliki peran dalam mendukung proses demokrasi di daerah.
Tidak hanya diisi dengan refleksi kelembagaan, peringatan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan sosial.
KPU Balikpapan memberikan santunan kepada 24 anak yatim dari dua panti asuhan, yakni Yayasan Manusia untuk Sesama (YAMUSA) dan Panti Asuhan Korpri Manuntung.
Masing-masing panti asuhan menerima santunan untuk 12 anak. Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan pengabdian KPU selama 73 tahun serta pembacaan doa bersama.
Melalui peringatan tersebut, KPU Balikpapan berharap komitmen menjaga integritas, meningkatkan profesionalitas, dan membangun kepercayaan masyarakat semakin kuat.
Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan juga diharapkan terus terjaga demi mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkualitas di Kota Balikpapan.


