Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pemetaan sumber air baku alternatif untuk menghadapi potensi kemarau panjang di 2027.
Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin mengatakan pemerintah daerah telah mendeteksi beberapa sumber air yang dapat dijadikan pasokan air baku alternatif bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT).
Salah satunya adalah kolam eks tambang batu bara di wilayah Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam.
Kolam bekas galian tambang batu bara memiliki cadangan air baku yang cukup besar yang berpotensi dijadikan sebagai sumber air baku. Namun, terlebih dahulu harus dilakukan kajian kelayakan penggunaan air kolam eks tambang batu bara tersebut.
“Pemetaan sumber air baku harus terus dilakukan untuk menghadapi ancaman kemarau panjang yang diproyeksikan terjadi pada 2027,” kata Waris Muin, Jumat (6/11/2026).
Ian menekankan, pemerintah daerah berupaya menggali sumber air baku untuk menghadapi kemarau di tahun mendatang. Sebab, setiap musim kemarau, Perumda AMDT kerap kali menghadapi krisis pasokan air baku seperti yang terjadi di tahun ini.
“Air bersih ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. Kami terus berupaya bagaimana menjaga ketersediaan pasokan air bersih, terutama di musim kemarau,” ujarnya.
Untuk menghadapi kemarau 2027 yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama dibandingkan di tahun ini, kata Waris Muin, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU bersama Perumda AMDT sedang melakukan normalisasi kolam retensi seluas 17 Hektare (Ha) di dekat Bendungan Lawe-Lawe, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
Kolam retensi tersebut ditambah kedalamannya hingga empat meter agar mampu menampung stok air baku yang lebih besar. Dinas PUPR PPU memproyeksikan kolam retensi seluas 17 Ha diproyeksikan akan menampung air baku mencapai 2,5 juta meter kubik setelah dinormalisasi.
“Kolam retensi di Lawe-Lawe sedang dinormalisasi. Kolam retensi ini nanti akan menampung air hujan yang dipersiapkan sebagai sumber air baku cadangan bagi Perumda AMDT ketika memasuki musim kemarau,” pungkasnya. (Adv)


