Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter kepada warga, sekolah dan rumah ibadah yang mengalami krisis air bersih di Desa Rintik, Kecamatan Babulu, Jumat (6/11/2026).
Kepala BPBD PPU, Nurlaila mengatakan, bantuan sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan kepada warga di RT 07, RT 08 dan RT 09, Desa Rintik yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau.
Selain warga, BPBD PPU juga mendistribusikan air bersih ke SDN 016 Sepaku dam Masjid Al Ikhlas di RT 09, Desa Rintik.
“Hari ini kami mendistribusikan air bersih di wilayah Desa Rintik,” kata Nurlaila.
Bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter didistribusikan menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBD PPU. Bantuan air bersih ini didistribusikan melalui tandon atau tempat penampungan air yang disiapkan masyarakat, pihak sekolah dan rumah ibadah yang menjadi sasaran pendistribusian air bersih.
“Kami distribusikan bantuan air bersih menggunakan satu unit mobil tangki sebanyak empat kali perjalanan,” terangnya.
Nurlaila mengungkapkan, bantuan air bersih yang didistribusikan tersebut bersumber dari salah satu sumur bor milik warga Desa Rintik.
“Pengambilan air bersih dari tempat salah satu warga Desa Rintik. Kami mengucapkan terima kasih, kepada warga tersebut telah mengizinkan sumber air bersihnya untuk dibagikan kepada masyarakat dan fasilitas umum yang membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Meskipun beberapa hari terakhir ini, wilayah Benuo Taka mulai diguyur hujan dengan intensitas rendah. Namun, masih banyak warga yang mengalami kesulitan air bersih lantaran produksi air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) belum berjalan normal. Sebab, curah hujan yang relatif rendah ini belum memberi dampak signifikan terhadap pasokan air baku Perumda AMDT.
“Kami masih rutin mendistribusikan air bersih kepada warga maupun fasilitas umum yang mengalami krisis air bersih,” pungkasnya. (Adv)


