Konektivitas Antarkecamatan di Kutim Terkendala, Banyak Terminal Tak Beroperasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2 kali dibaca
Potret Terminal Tipe B Sangatta Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Potret Terminal Tipe B Sangatta Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Konektivitas Antarkecamatan di Kutim Terkendala, Banyak Terminal Tak Beroperasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2 kali dibaca
Potret Terminal Tipe B Sangatta Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Potret Terminal Tipe B Sangatta Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Konektivitas Antarkecamatan di Kutim Terkendala, Banyak Terminal Tak Beroperasi

2
Potret Terminal Tipe B Sangatta Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Potret Terminal Tipe B Sangatta Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Belum optimalnya fungsi terminal di sejumlah kecamatan menjadi salah satu persoalan yang menghambat pengembangan transportasi umum di Kabupaten Kutim Beberapa terminal bahkan dilaporkan sudah lama tidak beroperasi.

Kondisi ini berdampak pada terbatasnya konektivitas transportasi antarkecamatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses angkutan umum menuju Sangatta maupun wilayah lainnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis, mengakui sebagian besar terminal kecamatan belum berfungsi sebagaimana mestinya.

“Ya, hampir semuanya belum optimal. Ada beberapa terminal yang sampai sekarang boleh dikatakan belum aktif. Memang sudah lama vakum,” ujarnya.

Di tengah persoalan ini, Dishub Kutim telah mengusulkan sejumlah trayek angkutan perintis kepada Kementerian Perhubungan. 

Usulan itu mencakup rute Sangatta–Bengalon–Kaliorang–Sangkulirang, Sangatta–Batu Ampar–Muara Bengkal–Muara Ancalong, serta Sangatta–Rantau Pulung–Wahau–Kombeng.

Selain itu, terdapat usulan rute Samarinda–Muara Bengkal–Muara Ancalong yang kewenangannya berada di tingkat pemerintah provinsi.

Dari beberapa usulan ini, pemerintah pusat telah memberikan dukungan bantuan angkutan perintis untuk Kutim. 

Namun, layanan yang direncanakan mulai berjalan pada tahap awal tahun depan baru mencakup rute Sangatta–Rantau Pulung–Wahau–Kombeng.

Abdul Muis menjelaskan, realisasi rute lainnya masih terkendala kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis, termasuk ketersediaan data dukung serta kesiapan terminal sebagai tempat pemberhentian penumpang.

Salah satu persoalan ditemukan di Kecamatan Muara Ancalong. Terminal yang sebelumnya dibangun di sekitar kawasan jembatan baru hingga kini belum dapat difungsikan karena masih membutuhkan penyelesaian fasilitas pendukung.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Dishub telah melakukan pembahasan bersama pihak Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong.

Pertemuan itu juga melibatkan tiga perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, terutama untuk membahas kemungkinan pemanfaatan jalan hauling sebagai jalur angkutan umum atau angkutan perintis.

Menurut Abdul Muis, ketiga perusahaan pada prinsipnya tidak keberatan apabila jalan hauling mereka digunakan untuk mendukung operasional angkutan umum.

Persoalan penyediaan lahan terminal di Muara Ancalong juga mulai menemukan titik terang. Dalam pertemuan itu, camat setempat menyatakan kesediaannya menghibahkan lahan untuk pembangunan fasilitas terminal.

“Camat Muara Ancalong kemarin hadir dan bersedia memberikan hibah untuk terminal di Muara Ancalong,” ungkapnya.

Abdul Muis menyebut kesiapan infrastruktur, akses jalan, dan kelengkapan dokumen pendukung menjadi faktor penting dalam pengajuan trayek angkutan perintis. 

Tanpa pemenuhan persyaratan itu, usulan rute lainnya belum dapat direalisasikan.