UWGM Samarinda dan Pemkab Paser Jalin Kerja Sama, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Penelitian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto saat di wawancara. (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto saat di wawancara. (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

UWGM Samarinda dan Pemkab Paser Jalin Kerja Sama, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Penelitian

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto saat di wawancara. (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto saat di wawancara. (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

UWGM Samarinda dan Pemkab Paser Jalin Kerja Sama, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Penelitian

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto saat di wawancara. (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto saat di wawancara. (foto: Zulkifli/Pusaranmedia.com)

Reporter: Zulkifli | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda terus menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser di bidang pendidikan dan penelitian. 

Kerja sama yang telah berjalan hampir tiga tahun tersebut turut dibahas dalam kunjungan DPRD Kabupaten Paser ke UWGM Samarinda.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto mengatakan kerja sama tersebut mencakup dua bidang, yakni pendidikan serta penelitian, khususnya penyusunan kajian akademik dan peraturan perundang-undangan.

"Di bidang pendidikan, salah satu program yang berjalan adalah RPL bagi guru PAUD di Kabupaten Paser. Program ini dilaksanakan dalam tiga gelombang," kata Aan di Samarinda, Sabtu (7/11/2026).

Pada gelombang pertama, sebanyak 126 mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti yudisium. Sementara 111 mahasiswa lainnya akan menyusul, sedangkan 60 mahasiswa pada gelombang ketiga masih menjalani perkuliahan.

“Jadi, guru PAUD di Kabupaten Paser ke depannya diharapkan tidak ada lagi yang berpendidikan SMA karena sudah memiliki ijazah S1,” ujarnya 

Diterangkan Aan, selain guru PAUD, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga menyasar tenaga kependidikan, khususnya bendahara sekolah dan kepala tata usaha (KTU). 

Untuk program ini, UWGM membuka jalur pendidikan melalui Program Studi Akuntansi dan Manajemen.

Sebanyak 143 mahasiswa telah mengikuti perkuliahan pada semester pertama. Program tersebut merupakan inisiatif Pemkab Paser untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tenaga kependidikan yang masih berijazah SMA.

Ihwal pelaksanaan perkuliahan, Aan menjelaskan, program RPL memiliki sistem berbeda dengan jalur reguler. Pengalaman kerja peserta dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran sehingga masa studi S1 yang biasanya delapan semester bisa ditempuh dalam empat semester.

Meski demikian, proses penilaian tetap dilakukan secara ketat dan dilaporkan kepada kementerian.

“Mereka sudah bekerja dan memiliki pengalaman, maka pengalaman pekerjaan itu yang kami rekognisi. Tapi, proses asesmennya tetap kami jaga dengan ketat,” jelasnya.

Selain pendidikan, kerja sama UWGM dengan Pemkab Paser juga mencakup penelitian dan penyusunan kajian akademik. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kewenangan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan air bersih serta perlindungan guru.

Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan apakah kedua persoalan itu masuk dalam kewenangan pemerintah kabupaten sebelum ditindaklanjuti menjadi rancangan peraturan daerah.

"Hasil kajian itu nantinya juga menjadi bahan rekomendasi bagi Pemkab Paser dalam menyusun peraturan sesuai dengan kewenangannya," tutupnya.