Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar operasi pasar murah untuk mengantisipasi potensi terjadinya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha mengaku berencana melaksanakan operasi pasar murah di beberapa titik di wilayah Benuo Taka pada awal Desember 2026.
Operasi pasar murah akan dilaksanakan sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
“Awal bulan depan, kami agendakan untuk pelaksanaan operasi pasar murah di beberapa titik di wilayah PPU,” kata Syamsul Adha, Sabtu (7/11/2026).
Dalam operasi pasar murah tersebut, Diskukmperindag PPU bekerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan distributor komoditas pangan.
Operasi pasar murah nantinya akan menyiapkan beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng subsidi, gula pasir, tepung, bawang merah, bawang putih dan lainnya.
“Pelaksanaan operasi pasar murah nantinya kami menggandeng Bulog dan distributor,” terangnya.
Syamsul Adha mengungkapkan, bahan kebutuhan pokok yang dijual di operasi pasar dengan harga lebih murah dari harga pasar. Sebab, bahan pokok yang dijual tersebut sesuai dengan harga distributor.
“Operasi pasar murah akan dilakukan pemerintah daerah merupakan salah satu upaya untuk menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan natal dan tahun baru,” terangnya.
Ia menekankan, Diskukmperindag PPU terus melakukan monitoring perkembangan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok di setiap pasar tradisional dan toko modern. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan pasokan komoditas pangan berjalan lancar dan mencegah terjadinya kelangkaan.
“Kami juga mewanti-wanti kepada pedagang agar tidak melakukan aksi penimbunan yang dapat memicu terjadinya kenaikan harga,” pungkasnya.


