Banner ADV

Desa Ramah Lingkungan Jadi Bagian Pembangunan Kukar, Bupati Dorong Penataan Kawasan Berkelanjutan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Desa Ramah Lingkungan Jadi Bagian Pembangunan Kukar, Bupati Dorong Penataan Kawasan Berkelanjutan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Desa Ramah Lingkungan Jadi Bagian Pembangunan Kukar, Bupati Dorong Penataan Kawasan Berkelanjutan

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pembangunan kawasan yang ramah lingkungan melalui Program Desa Ramah Lingkungan. Program ini menjadi bagian dari visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025-2030 melalui program Kukar Idaman Terbaik.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan Desa Ramah Lingkungan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menata wilayah agar lebih asri, tertata, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, konsep tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan perencanaan tata ruang wilayah hingga pengembangan kawasan permukiman yang berkualitas dan terjangkau. “Desa ramah lingkungan itu sebenarnya bagian dari keinginan kita untuk menata wilayah yang ada di Kukar,” ujarnya.

Ia mengatakan penataan kawasan ramah lingkungan juga diwujudkan melalui pembangunan perumahan yang memperhatikan aspek lingkungan. Tidak hanya menyediakan hunian yang terjangkau dan berkualitas, tetapi juga memastikan kawasan tempat tinggal memiliki lingkungan yang sehat dan asri.

Upaya tersebut turut didukung sejumlah agenda pelestarian lingkungan, di antaranya program penanaman tiga juta pohon, pelestarian kawasan mangrove, serta perlindungan kawasan hutan di Kukar.

Aulia menyebut beberapa kegiatan sudah mulai direalisasikan, salah satunya melalui penanaman mangrove di Kecamatan Muara Badak.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk menciptakan kawasan yang lebih ramah lingkungan.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab, pencapaian visi pembangunan juga membutuhkan kontribusi pihak swasta dan masyarakat.

“Implementasi visi-visi itu tidak selalu tercantum di dalam dokumen anggaran pendapatan belanja daerah. Akan tetapi ini semua tercantum di dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini pembangunan kerap dipahami sebatas proyek fisik yang dilaksanakan pemerintah, seperti pembangunan jalan dan gedung. Padahal, pembangunan memiliki cakupan lebih luas, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Karena itu, Aulia berharap masyarakat mulai melihat pembangunan secara menyeluruh. Partisipasi masyarakat dan sektor swasta dinilai penting untuk mendukung berbagai agenda pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah.

“Perspektif kita terhadap pembangunan sekali lagi bukan hanya di wilayah-wilayah tersebut, akan tetapi juga di wilayah pembangunan sumber daya manusia, menjaga lingkungan.

Itu juga menjadi bagian dari pembangunan yang kita tetapkan di dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Kukar 2025-2030 dalam bentuk Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (Adv)