Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Keberagaman budaya dari 131 paguyuban dan etnis di Kota Balikpapan menjadi potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Melalui Pekan Kebudayaan Borneo (PKB) 2026, kekayaan tradisi tersebut diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Balikpapan merupakan modal penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya.
Menurutnya, keberadaan 131 paguyuban dan etnis menunjukkan Balikpapan memiliki kekayaan budaya yang beragam. Kondisi tersebut perlu dijaga melalui pelestarian tradisi sekaligus diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.
"Sebagaimana telah diperkenalkan di awal kegiatan, Kota Balikpapan memiliki keberagaman budaya yang luar biasa. Terdapat 131 paguyuban dan etnis yang hidup berdampingan secara harmonis, saling menghargai, dan menjunjung tinggi toleransi yang ada di Kota Balikpapan," ujar Bagus saat membuka gelaran PKB di Taman Bekapai, Jumat (6/11/2026) malam.
Ia menilai kebudayaan tidak hanya menjadi bagian dari identitas daerah, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah kota mendorong agar kesenian dan tradisi dari berbagai paguyuban lebih sering ditampilkan.
Bagus berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan dapat dihadirkan berbagai atraksi budaya yang bisa dinikmati masyarakat dengan biaya terjangkau, bahkan gratis.
"Mudah-mudahan dalam satu hingga dua bulan ke depan, kita dapat menghadirkan berbagai atraksi budaya yang terjangkau, bahkan gratis, sehingga masyarakat bisa melihat dan mengenal kekayaan 131 paguyuban dan etnis yang ada di Kota Balikpapan," katanya.
Menurutnya, kegiatan budaya juga berpeluang menggerakkan berbagai sektor usaha. Mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perhotelan hingga kuliner. Selain itu, pengembangan pariwisata berbasis budaya diharapkan turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Melalui upaya merawat tradisi, melestarikan seni, dan menonjolkan keunikan lokal, kita dapat menciptakan daya tarik wisata yang autentik dan bernilai tinggi. Pariwisata berbasis budaya juga menjadi salah satu penopang perekonomian daerah," ungkapnya.
Di sisi lain, Bagus mengingatkan pelestarian budaya menghadapi tantangan di tengah arus modernisasi dan globalisasi.
Peran para maestro kebudayaan dinilai penting untuk menjaga warisan tradisi, mulai dari adat istiadat, musik, tari hingga berbagai ritus agar tetap dikenal generasi berikutnya.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menikmati kebudayaan saat ditampilkan dalam sebuah acara, tetapi juga menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Jadikan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar sesuatu yang kita saksikan dalam sebuah pertunjukan," pesannya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menjadi salah satu pemerintah daerah yang menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya pengembangan kebudayaan di daerah.


