Reporter: Zulkifli | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim masih terjadi meskipun hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan mengatakan luas karhutla di Kaltim saat ini telah mencapai sekitar 10.800 hektare.
"Tapi kejadian karhutla ini mulai mengalami penurunan seiring meningkatnya curah hujan," bebernya.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak serta merta membuat BPBD lengah. Sebab, kebakaran masih ditemukan di sejumlah daerah, bahkan beberapa titik kembali terbakar setelah hujan tidak turun pada hari berikutnya.
“Jumlah hotspot masih ada. Terkadang 200, naik menjadi 300, bahkan mencapai 500 titik per hari. Tapi, titik-titik tersebut tersebar,” ungkapnya.
Buyung menyebut sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian pihaknya, di antaranya Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Samarinda, sebagian Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim).
Sementara kondisi di Berau dan Kubar mulai menunjukkan penurunan kejadian kebakaran.
Ia menerangkan, hujan yang turun di sejumlah wilayah belum sepenuhnya menghilangkan risiko karhutla. Karena itu, pemantauan dan kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Di sisi lain, BPBD Kaltim menerima bantuan dana sebesar Rp 20 miliar dari Pemerintah Pusat melalui Bantuan Presiden (Banpres). Dari jumlah tersebut, Rp10 miliar dialokasikan untuk BPBD Kaltim sendiri, sementara Rp10 miliar lainnya akan digunakan untuk mendukung penanganan di sejumlah kabupaten/kota terdampak.
"Anggaran tersebut mencakup kebutuhan peralatan, APD, pompa, logistik, BBM, makan dan minum personel, serta uang lelah petugas," terangnya.
Dikatakan Buyung, penyaluran anggaran tidak dilakukan dengan menyerahkan uang secara langsung kepada daerah.
Khusus kebutuhan BBM, mekanismenya menggunakan sistem penggantian biaya atau "reimburse" dengan melampirkan bukti pengeluaran.
“Kami juga sudah mendapatkan masukan dari Inspektorat terkait bukti pengeluaran untuk rencana ini,” jelasnya.


