Pemkot Samarinda Berencana Bangun  Zona 3 TPA Sambutan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca9 kali dibaca
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Berencana Bangun  Zona 3 TPA Sambutan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca9 kali dibaca
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Berencana Bangun  Zona 3 TPA Sambutan

9
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mematangkan rencana pengembangan Zona 3 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Langkah antisipasi ini diambil mengingat tingginya volume sampah harian Kota Samarinda yang mencapai ratusan ton, sementara daya tampung lahan TPA yang ada saat ini terus menyusut.

Sebagai gambaran, TPA Sambutan Zona 2 yang kini beroperasi dengan sistem sanitary landfill diproyeksikan hanya mampu bertahan sekitar satu tahun ke depan. Di sisi lain, laju buangan sampah warga kota yang masuk ke lokasi penampungan terus membengkak.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengungkapkan bahwa pembenahan infrastruktur pengolahan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan Zona 1, perbaikan Zona 2, hingga persiapan pembebasan dan pembukaan lahan untuk Zona 3.

Selain membangun infrastruktur, Saefuddin juga mengharapkan kerja sama dari masyarakat dengan memanfaatkan sampah yang masih bernilai seperti pembuatan kompos. 

"Makanya kita di Pemkot Samarinda juga terus mengedukasi masyarakat melalui kerja sama dengan RT dan bank sampah. Mana yang bisa dibuat kompos, mana yang didaur ulang, mana yang harus dibawa ke TPA," ujar Saefuddin. 

Menurut Saefuddin, kunci utama keberlanjutan daya tampung TPA sangat bergantung pada penanganan di tingkat hulu. Jika pemilahan sampah organik dan anorganik dari tingkat pemukiman berjalan efektif, beban TPA akan berkurang signifikan.

"Kalau edukasi di hulu itu bisa berjalan, insyaallah TPA tidak akan cepat membesar dan kapasitas yang ada saat ini bisa aman bertahan sampai dua hingga tiga tahun ke depan," jelasnya.

Terkait kesiapan lahan dan alokasi anggaran pembangunan Zona 3, pihak Pemkot Samarinda saat ini masih melakukan proses survei serta pengecekan teknis di lapangan. Realisasi fisik proyek ini direncanakan bergantung pada kemampuan APBD Pemkot Samarinda. Pihaknya optimistis target pengerjaan Zona 3 dapat diupayakan mulai 2027 mendatang.

"Kita doakan saja semoga APBD kita ada anggarannya," ungkapnya. 

Proses reduksi sampah ini tak hanya melalui penyediaan fasilitas pembuangan sampah. Pemkot Samarinda telah berupaya dengan menghadirkan mesin pembakar sampah (insenerator) di 10 titik. Tiap mesin diproyeksikan dapat membakar sampah hingga delapan ton per hari. 

"Karena sebelum ada teknologi canggih yang mampu mendaur ulang sampah secara instan dalam skala besar, pembuangan akhir pasti bergantung pada TPA. Pemkot terus berjuang mengawal perencanaan ini agar proses pembangunan tetap sesuai aturan yang berlaku," pungkas Saefuddin. (Adv)