Sampah di Nunukan Mencapai 20 Ton Per Hari

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
20 ton sampah plastik dihasilkan masyarakat Pulau Nunukan (Foto: Istimewa)
20 ton sampah plastik dihasilkan masyarakat Pulau Nunukan (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sampah di Nunukan Mencapai 20 Ton Per Hari

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
20 ton sampah plastik dihasilkan masyarakat Pulau Nunukan (Foto: Istimewa)
20 ton sampah plastik dihasilkan masyarakat Pulau Nunukan (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sampah di Nunukan Mencapai 20 Ton Per Hari 

20 ton sampah plastik dihasilkan masyarakat Pulau Nunukan (Foto: Istimewa)
20 ton sampah plastik dihasilkan masyarakat Pulau Nunukan (Foto: Istimewa)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan 

NUNUKAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan sedang mengupayakan pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup) 32/2019 melalui program pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Dalam sehari sampah yang dihasilkan masyarakat di Pulau Nunukan mencapai 20 ton. 

Kepala DLH Nunukan, dr Meinstar Tololiu menyampaikan pihaknya sengaja mengumpulkan pengusaha rumah makan, restoran, cafe, pasar dan retail. Serta organisasi kemasyarakatan (ormas) di Nunukan untuk menyampaikan persoalan sampah di Nunukan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan tingkat pemilahan sampah sumber sebesar 81 persen, kemudian 10 persen dipilah dan dicampur kembali dan 9 persen dipilah dan dimanfaatkan. 

"Masalah yang terjadi, TPA Tanjung Harapan overload. Armada angkut sudah tua berusia 15 tahun, kesadaran masih rendah dan biaya operasi tidak memadai," ucap dr Meinstar Tololiu. 

Dijelaskan Tololiu, saat ini kurang 7 persen total sampah yang didaur ulang karena fasilitas belum terbangun dengan baik. Kemudian, tidak terintegrasi. Hasil survei ke 260 responden di Nunukan, Sebatik, Lumbis dan Krayan. Setiap kali masyarakat melakukan aktivitas belanja dalam kurun seminggu dihasilkan jumlah sampah plastik sebanyak 1.005 kantong plastik. 

Jika di rata-rata mendapat dua kantong plastik setiap belanja. Maka, 3,84 dikalikan 52 Minggu dikalikan 56,5 ribu kepala keluarga (kk) dikalikan dua lembar, hasilnya 22,7 juta lembar plastik atau setara dengan 113,9 ton setiap tahun. 

"17 persen responden mengaku sudah pakai kantong belanja sendiri. Dengan komposisi sampah sisa makanan 40 persen, kayu ranting daun 17 persen, kertas 10 persen," sebutnya. 

Saat ini TPA Tanjung Harapan dengan luas satu hektare kini ketinggian sampah sudah mencapai 12 meter sebab, 20 ton per hari sampah dihasilkan di Pulau Nunukan. 

"Arah kebijakan pembatasan penggunaan plastik selalu pakai untuk retail modern dilarang dan mini market pasar tradisional cafe dan resto di batasi. Dengan kebijakan pembatasan plastik sekali pakai bagi retail UMKM, pasar tradisional diarahkan pada upaya edukasi dan informasi," pungkasnya.