Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Hari Ketiga Lebaran, Warga Nunukan Padati Tempat Wisata di Pulau Sebatik 

Kepadatan antrean pengendara di Dermaga Mantikas, Desa Binalawan yang hendak berliburan ke objek wisata Pulau Sebatik. (Foto: Istimewa)

BERITA TERKAIT

    Traveling

    Hari Ketiga Lebaran, Warga Nunukan Padati Tempat Wisata di Pulau Sebatik 

    PusaranMedia.com

    Kepadatan antrean pengendara di Dermaga Mantikas, Desa Binalawan yang hendak berliburan ke objek wisata Pulau Sebatik. (Foto: Istimewa)

    Hari Ketiga Lebaran, Warga Nunukan Padati Tempat Wisata di Pulau Sebatik 

    Kepadatan antrean pengendara di Dermaga Mantikas, Desa Binalawan yang hendak berliburan ke objek wisata Pulau Sebatik. (Foto: Istimewa)

    Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan 

    NUNUKAN -  Sejumlah objek wisata di Pulau Sebatik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, tidak hanya warga Sebatik bahkan juga warga Pulau Nunukan. 

    Sejumlah objek wisata alam ditawarkan di pulau yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia tersebut.

    Diantaranya, Pantai Batu Lamampu, Marina Beach, Mangrove Setabu dan wisata belanja trifhting alias barang bekas. 
    Hari ketiga libur lebaran, warga Nunukan rela antre berjam-jam untuk bisa diangkut menumpang perahu dan kapal feri dari Pelabuhan Penyeberangan Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan menuju ke Dermaga Mantikas, Desa Binalawan dan Dermaga Feri Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat. 

    Sebagian besar warga Nunukan yang berkunjung ke Sebatik, umumnya membawa kendaraan sendiri, tentu saja dengan harapan dapat menghemat biaya. Bagi yang membawa kendaraan roda dua biaya yang harus dikeluarkan sekira Rp80ribu untuk dapat terangkut oleh perahu ketinting yang kerap melayani penyebarangan pulau dari Nunukan ke Desa Binalawan. 

    "Kalau sewa mobil di sana (Sebatik) untuk carter saja sudah Rp300 ribu. Mending bawa motor sendiri, terus bisa nyaman juga mau ke mana-mana," ujar Reza, Warga Nunukan yang memilih Pulau Sebatik sebagai destinasi liburannya. 

    Sementara bagi pengendara roda empat, harus menyesuaikan dengan jadwal Feri KM Manta yang hanya melayani beberapa kali penyebarangan. Untuk tarif bagi roda empat, warga harus merogok kocek sebesar Rp200ribu untuk sekali berangkat. 

    Dari Dermaga Mantikas, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar satu hingga satu setengah jam untuk tiba di Pantai Batu Lamampu dan Marina Beach. Pantai ini menjadi pilihan, mengingat pantainya yang begitu panjang dengan pasir putihnya serta berhadapan langsung dengan bangunan-bangunan tinggi yang berdiri di Kota Tawau, Malaysia. 

    Pantai Batu Lamampu memiliki keunikan tersendiri. Deretan batu yang menjorok ke arah laut, akan kelihatan jelas saat air surut. Di sana juga terdapat gundukan batu besar yang di atasnya tumbuh beberapa pohon beringin. Di pohon tersebut sejumlah warga mengikatkan tali sembari menyampaikan harapannya seperti ingin naik haji hingga urusan percintaan. 

    "Wisata pantai di Pulau Sebatik ini sudah ramai sejak hari kedua lebaran. Kebanyakan wisatawan memang datangnya dari Nunukan," beber Ramlan, anggota Karang Taruna, Desa Tanjung Karang, Sei Taiwan, Kecamatan Sebatik. 

    Dibandingkan dua tahun lalu, kunjungan tahun ini bisa dikatakan kembali membludak setelah pemerintah melonggarkan sejumlah pembatasan, dan diprediksi kunjungan wisatawan ke sejumlah objek di Sebatik akan terus padat hingga H+5 lebaran.