Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Delapan Band Lokal Kaltim Sukses Hibur Penonton di Gigs Perdana Soundaspace

Penampilan band lokal Roots Side Up pada gigs perdana yang diselenggarakan Soundaspace di Kedai Kami. (Foto: Lodya/pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Entertainment

    Delapan Band Lokal Kaltim Sukses Hibur Penonton di Gigs Perdana Soundaspace

    PusaranMedia.com

    Penampilan band lokal Roots Side Up pada gigs perdana yang diselenggarakan Soundaspace di Kedai Kami. (Foto: Lodya/pusaranmedia.com)

    Delapan Band Lokal Kaltim Sukses Hibur Penonton di Gigs Perdana Soundaspace

    Penampilan band lokal Roots Side Up pada gigs perdana yang diselenggarakan Soundaspace di Kedai Kami. (Foto: Lodya/pusaranmedia.com)

    Reporter: Lodya Astagina | Editor: Bambang Irawan 

    TENGGARONG - Delapan band lokal Kalimantan Timur (Kaltim) sukses tampil dalam Gigs perdana oleh Soundaspace di Kedai Kami, Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Rabu (1/6/2022) malam. 

    Delapan band lokal tersebut terdiri dari Aftertells, Gimme New Rhime, Jayabaya Prophecy, Midnight Dose, Root Side Up, Monkey Mangkir, Wishma, dan Regret for Grave yang tampil dengan membawakan lagu andalan masing-masing. 

    Ketua Panitia Soundaspace Tegar Restu Dovianda menyampaikan, Soundaspace berhasil menjual seluruh tiket hanya dalam waktu dua hari. Total ada 60 tiket terjual dan dibeli oleh kawula muda Tenggarong hingga Samarinda. Diungkapkannya sejumlah muda mudi ingin bergabung untuk melakukan “headbang”. Tapi keinginan itu harus ditolak, mengingat kuota penonton sudah penuh. “Tiket sold out, nggak nyangka juga dua hari rilis sudah sold out,” ucapnya. 

    Melalui Gigs perdana ini, dia berharap kedepannya Soundaspace bisa berkolaborasi dengan musisi dan band lokal secara lebih luas lagi. Terlebih mengingat perpindahan IKN ke Kaltim, tentu dapat menjadi peluang besar untuk sekaligus tantangan bagi pemangku undustri kreatif lokal. 

    “Tidak menutup kemungkinan industri-industri kreatif dengan berbagai elemen-elemen lainnya dari luar Kaltim akan datang. Sebagai tuan rumah kita harus bersiap dan terus bergerak agar kita tidak hanya menjadi penonton IKN,” sebutnya. 

    Soundaspace, lanjutnya, tidak akan menutup diri kepada berbagai pihak yang ingin terlibat, baik dalam kolaborasi maupun dukungan. Karena kepentingan mereka hanya Support, Kolaborasi, Apresiasi, Dengsanak atau SKAK dan BATAS, yakni Berkarya Tanpa Batas. “Soundaspace nggak bermaksud menyaingi pihak-pihak mana pun. Ayo kita maju dan bergerak bareng,” ajaknya.

    Diakuinya, usai gigs ini rampung diselenggarakan, Dovilabs Syndicate dan pihak yang saling berkolaborasi bakal mulai membahas soal rencana Soundaspace selanjutnya. Karena Soundaspace sendiri berencana menggelar gigs serupa tiap tiga bulan sekali.