Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM- Pembangunan lanjutan gedung RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum jelas nasibnya.
Gedung untuk penunjang pelayanan kesehatan membutuhkan dana Rp192 miliar dan anggarannya sempat dialokasikan di APBD 2021 sebesar Rp 2 miliar.
Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai pemangku pekerjaan tidak mengajukan dokumen lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) lantaran anggaran yang dialokasikan tidak memadai.
Sedangkan APBD 2022, anggaran pembangunan gedung empat lantai tidak dialokasikan karena, Pemkab PPU sedang mengalami defisit ratusan miliar rupiah.
“Gedung empat laintai belum dibangun karena kendala pembiayaan. Pemkab PPU belum menemukan skema terbaik di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik. Sehingga tahun ini tidak dialokasikan anggarannya,” kata Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU dr Lukasiwan Eddy Saputro, Kamis (9/6/2022).
Lukasiwan menyatakan, pihaknya akan koordinasi dengan Dinas PUPR PPU dan instansi terkait agar rencana pembangunan gedung empat lantai segera terwujud.
RSUD sangat membutuhkan penambahan gedung layanan sebab, rumah sakit tipe C masih memiliki kekurangan ruang perawat kelas II, kelas I dan VIP.
“Kami juga belum memiliki gudang obat yang sesuai dengan standar, laboratorium yang standar dan lainnya. Paling penting adalah meningkatnya kebutuhan layanan sehingga kami sangat mengharapkan gedung empat lantai direalisasikan pemerintah daerah,” ujar Lukasiwan.
Ia menekankan, kondisi keuangan daerah yang kurang sehat, sangat membutuhkan bantuan anggaran dari Pemprov Kaltim maupun pusat.
“Akan diupayakan bersama Dinas PUPR agar mendapatkan sokongan dana dari pusat atau provinsi,” tandasnya.

