Reporter: Ainur Rofiah | Editor: Buniyamin
SANGATTA - Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mengupayakan peningkatan puskemas yang ada di tiap-tiap kecamatan menjadi Badan Pelayanan Umum Daerah (BLUD).
Sekertaris Dinkes Kutim, Heriyanti menuturkan BLUD merupakan upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Setidaknya akan ada 15 puskesmas di Kutim yang akan menerima pendanaan untuk meningkatkan fasilitas yang ada. Sebanyak 10 puskesmas fi APBD Murni, dan sisanya di APBD Perubahan.
“Tahun ini, Dinkes akan meningkatkan 10 Puskesmas dari APBD Murni dan lima puskesmas dari anggaran APBD Perubahan menjadi BLUD,” ucapnya, Jum'at (17/6/2022).
Ia mengaku enam puskesmas di Kutim telah meningkatkan pelayanan menjadi BLUD pada 2020 lalu. Kini 15 puskesmas akan dilakukan hal sama tahun ini.
Selain untuk meningkatkan pelayanan, Harinyati mengungkapkan puskesmas yang telah menjadi BLUd ini ke depannya akan mengurangi beban Pemda dalam pembiayaan puskesmas karena mendapat dana kapitasi BPJS.
“Puskesmas yang berstatus BLUD maka akan dapat menggunakan kapitasinya
Kalau bukan BLUD maka kapitasinya tidak bisa digunakan,” urainya.
Dinkes Kutim pun menargetkan akhir tahun ini seluruh puskesmas di Kutim akan menjadi BLUD.
Selain memaksimalkan penggunaan dana Silpa dan kapitasi BPJS Kesehatan, pihaknya juga ingin puskesmas memiliki akreditasi dan meningkatkan pelayanannya.
“Banyak keluhan masyarakat yang tidak bisa diproses karena pihak puskesmas masih menunggu pencairan dana dari kapitasi BPJS Kesehatan,” tandasnya.

