Reporter: Ainur Rofiah| Editor: Buniyamin
SANGATTA - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite menjadi permasalahan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Di Kecamatan Muara Wahau, harga BBM jenis Pertalite sempat melonjak hingga Rp13 ribu per liter ditingkat pengecer akibat langkanya pasokan ke SPBU.
Beruntung aparat keamanan bertindak cepat mencegah gejolak akibat kelangkaan Pertalite ini.
Kapolsek Muara Wahau AKP Asriadi mengaku pihaknya telah melakukan pengamanan terkait isu BBM tersebut hingga ke tingkat pengecer.
"Tidak ada lagi pedagang eceran yang menjual BBM Pertalite sampai Rp13 ribu per liter atau lebih. Sudah stabil di harga Rp 10-11 ribu per liter," terangnya.
Asriadi mengimbau masyarakat yang mendapati pedagang eceran masih menjual Rp13 ribu per liter atau lebih, untuk segera melaporkannya.
“Kalau masih ada yang jual sampai harga Rp13 ribu, silahkan laporkan dan tunjukkan di mana tempatnya. Akan kami datangi,” tegasnya.
Sebab dampak kelangkaan BBM ini mengakibatkan harga melonjak tinggi. Beruntung pihak kepolisian langsung menindak tegas dengan memberikan teguran sebagai upaya stabilisasi harga BBM di tingkat pengecer.
“Kalau harga Rp13 ribu, maka lebih baik orang mengisi Pertamax sekalian karena sama saja harganya. Malah rugi orang kalau mau beli pertalite Rp13 ribu per liter,” bebernya.
Diketahui, saat ini harga dasar BBM Pertalite di seluruh SPBU di Indonesia sebesar Rp7.650 per liter.
Sedangkan harga Pertamax hari ini berbeda-beda, tergantung pada wilayahnya. Rata-rata berkisar antara Rp12.500 - Rp13 ribu per liter.

