Reporter : Seno | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB - Dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat dan bentuk perhatian perusahaan kepada masyarakat Kabupaten Berau, PT Berau Coal menggelar pelatihan budidaya madu lebah kelulut di Inhutani, Bedungun, Selasa (2/8/2022).
Community Base Development Manager PT Berau Coal, Hikmawaty mengaku pihaknya sudah beberapa kali mengadakan latihan serupa.
Namun karena antusias masyarakat yang tinggi, PT Berau Coal akhirnya mengadakan kembali pelatihan budidaya madu kelulut.
"Saat ini ada dua kampung, yaitu Inaran dan Birang. Dua kampung ini sebelumnya pernah digelar pelatihan serupa, tapi karena antusias mereka tinggi jadi kami adakan kembali," sambungnya.
Sejauh ini, perempuan yang akrab dizapa Hikma ini menjelaskan PT Berau Coal sudah membina masyarakat di tiga kampung, yakni Kampung Merancang, Kampung Inaran dan Kampung Bidang.
Sebelumnya, masyarakat sendiri tidak mengetahui bahwa madu kelulut bisa diambil dan dijual madunya.
Tetapi setelah mendapat pelatihan dan pemahaman yang digelar PT Berau Coal, maka membuka wawasan masyarakat untuk mengelola madu kelulut sebagai budidaya yang menjanjikan.
Apalagi budidaya kelulut ini tidak sulit serta bisa meningkatkan dan melestarikan alam.
Sebab, kata Hikma, masyarakat yang ingin membudidayakan madu kalulut harus menanam pepohonan yang memiliki bunga. "Jadi mereka harus menanam pohon yang ada bunganya, seperti Kaliandra, pohon Markisa dan sebagainya," ujarnya.
Harga jual yang menguntungkan juga menjadi daya tarik masyarakat untuk membudidayakan madu kelulut ini.
Saat ini, lanjut Hikma, harga madu kelulut perliter dapat dijual hingga Rp1,2 Juta. "Harapan ke depan, ini menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat karena penghasilannya bagus," terangnya.
Ke depan, PT Berau Coal juga akan melakukan pembinaan kepada pembudidaya madu kelulut untuk bisa memasarkannya juga.
Terlebih, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang ada akan dibina sehingga bisa menyajikan produk madu kelulut yang memiliki bungkus menarik dan higienis.
"Kita akan dampingi BUMK, bagaimana mereka cara memasarkan madu ini dengan kualitas lebih bagus," tandasnya.
Kepala Kampung Inaran, Amirullah menilai budidaya Madu Kelulut ini memiliki potensi besar ke depannya. Pelatihan ini sendiri sangat bermanfaat bagi masyarakat di kampungnya.
"Bermanfaat sekali pada masyarakat. Terutama penghasilannya," ujarnya. Warga yang menekuni juga sudah merasakan manfaatnya.
Warga juga diuntungkan karena koloni-koloni dari madu kelulut ini cukup banyak di kampungnya.
Harapannya ke depan untuk PT Berau Coal, tetap memberikan dukungannya terhadap pembudidaya kelulut, baik itu pendampingannya hingga pemasarannya.
Sejauh ini, lanjut dia, PT Berau Coal terus berkomitmen membantu warganha, terutama pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri.
"Selama ini support Berau Coal cukup banyak sudah kita rasakan. Terutama pada budidaya madu kelulut ini," ujarnya. "Untuk pemasarannya memang sekarang ini yang diharapkan juga dari berau coal," tandasnya. (adv)

