Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Verval DTKS Tak Maksimal, Bupati Kukar Beri Waktu Satu Minggu kepada Camat untuk Diselesaikan 

Rakor hasil verval DTKS Kabupaten Kukar (Foto: Lodya/pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Verval DTKS Tak Maksimal, Bupati Kukar Beri Waktu Satu Minggu kepada Camat untuk Diselesaikan 

    PusaranMedia.com

    Rakor hasil verval DTKS Kabupaten Kukar (Foto: Lodya/pusaranmedia.com)

    Verval DTKS Tak Maksimal, Bupati Kukar Beri Waktu Satu Minggu kepada Camat untuk Diselesaikan 

    Rakor hasil verval DTKS Kabupaten Kukar (Foto: Lodya/pusaranmedia.com)

    Reporter: Lodya Astagina | Editor: Bambang Irawan

    TENGGARONG - Sudah satu pekan berlalu usai Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengumpulkan 18 Camat untuk menuntaskan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) 2022. 

    Namun progres capaian kerja yang diminta Edi kepada para camat masih belum menunjukkan hasil maksimal. Karena itu, Edi memberikan tambahan waktu lagi selama satu minggu. “Waktu yang diberikan satu minggu lalu belum optimal. Kalau sampai ini tidak selesai akan membuat Pemkab Kukar gagal dalam mengelola waktu terkait pendataan DTKS,” tegas Edi. 

    Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) hasil verval DTKS Kukar, Senin (5/9/2022). Pada momen itu, Edi berpesan masalah geografis jangan dijadikan alasan untuk menuntaskan verval DTKS. 

    “Bisa dikatakan yang paling sulit dari 18 kecamatan adalah Anggana. Namun pendataan mereka selesai 100 persen, tinggal kemampuan seorang camat di sini apakah bisa dilihat kemampuannya,” ujarnya. 

    Dari 18 kecamatan di Kukar, baru enam kecamatan yang menyelesaikan verval DTKS dengan tuntas 100 persen yakni  Anggana, Sangasang, Muara Wis, Kota Bangun, Kenohan dan Kembang Janggut. 

    Diketahui, sekitar 30 persen DTKS Kukar tidak sesuai dengan kondisi riil lapangan. Banyak data warga di DTKS yang ternyata sudah meninggal atau pindah alamat. Hingga warga yang tergolong mampu justru terdata di DTKS. 

    Edi ingin, penanganan kemiskinan di Kukar bisa tepat sasaran. Oleh karena itu, pihaknya fokus untuk memverifikasi persoalan data terlebih dahulu. “Kami ingin optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan juga memberikan kontribusi dalam rangka penurunan kemiskinan di Kukar. Tapi harus terukur, makanya berangkat dari data,“ sebutnya.