Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Penderita HIV/AIDS di Kukar Mencapai 158 Orang, Didominasi Usia 24-50 Tahun

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Penderita HIV/AIDS di Kukar Mencapai 158 Orang, Didominasi Usia 24-50 Tahun

    PusaranMedia.com

    Ilustrasi (Foto: Istimewa)

    Penderita HIV/AIDS di Kukar Mencapai 158 Orang, Didominasi Usia 24-50 Tahun

    Ilustrasi (Foto: Istimewa)

    Reporter: Lodya Astagina | Editor: Bambang Irawan

    TENGGARONG - Sebaran kasus HIV/AIDS didominasi usia produktif antara 24-50 tahun. Sepanjang tahun 2022 ada 158 orang Kutai Kartanegara (Kukar) terpapar HIV. 

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Supriyadi mengungkapkan, penularan HIV/AIDS dilatari perilaku seks bebas di luar pernikahan. “Usia rata-rata segitu. Tahun lalu memang lumayan banyak juga, tapi tahun ini cukup meningkat,” ungkapnya. 

    Tahun 2022 lalu, Dinkes Kukar melakukan upaya penaganan penyebaran HIV/AIDS dengan menyasar kelompok-kelompok rawan tertular. Total ada 16.254 orang yang disasar dalam pemeriksaan. Bahkan, akhir tahun 2022 jumlah sasaran melebihi target, yakni lebih dari 17.000 orang. 

    Ada pun kelompok yang disasar ialah pekerja seksual, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), penggunaan jarum suntik, penderita TBC, wanita hamil, Lapas, hubungan seks sesama jenis, serta waria. “Yang kami periksa dari delapan kelompok karena dianggap paling berisiko tertular HIV/AIDS,” tuturnya. 

    Dinkes Kukar juga dibantu oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kukar untuk menangani permasalahan ini. Mengingat penanganannya yang sulit untuk kasus ini. 

    Penanganan sulit dilakukan bagi kelompok hubungan seks sesama jenis atau sesama laki-laki. Untuk mengatasinya memerlukan pendekatan dengan ketua komunitas.

    Namun, pengobatan bagi seseorang yang terinfeksi penyakit HIV/AIDS menjadi tanggung jawab Pemkab Kukar. Para pengidap tersebut akan mendapatkan obat secara gratis yang dikonsumsi seumur hidup. “Selain memberi obat, diberikan makanan tambahan agar kondisi tubuh dan kesehatan membaik,” tutupnya.