Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Bupati Paser jadi Korban Hoaks, Dikabarkan Digrebek Polisi karena Nyabu

Bupati Paser Fahmi Fadli (foto: Istimewa)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Bupati Paser jadi Korban Hoaks, Dikabarkan Digrebek Polisi karena Nyabu

    PusaranMedia.com

    Bupati Paser Fahmi Fadli (foto: Istimewa)

    Bupati Paser jadi Korban Hoaks, Dikabarkan Digrebek Polisi karena Nyabu

    Bupati Paser Fahmi Fadli (foto: Istimewa)

    Reporter: Anas Abdul Kadir | Editor: Bambang Irawan 

    TANA PASER - Korban berita bohong atau hoaks bisa dialami siapa saja, Bahkan Bupati Paser, Kalimantan Timur, dr Fahmi Fadli pernah merasakannya.

    Saat memberikan sambutan pada acara pelantikan dan pengukuhan PWI Kabupaten Paser di Hotel Kyriad Sadurengas, Rabu (25/1/2022) malam, Bupati Fahmi bercerita tentang hoaks yang dialaminya.

    "Saya ingin bercerita sedikit, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan telpon dari Wadir Narkoba Polda Kaltim. Beliau ingin mendapatkan konfirmasi kepada saya," ucap dia.

    Dikatakannya, Wadir Narkoba Polda Kaltim ingin mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya terkait berita yang menyebutkan dirinya ditangkap polisi karena mengonsumsi narkoba di sebuah hotel, Kota Balikpapan. 

    "Dan dikatakan beliau, saya ditanya oleh para wartawan. waktu itu Wadir Narkoba terkait berita tersebut, untuk itu saya minta konfirmasi kepada Bupati," ucap Fahmi menjelaskan kronologis kejadian.

    "Saya jawab singkat saja. Berita itu tidak benar, pak. Sekarang saja keberadaan saya lagi di Padang (Sumatera Barat). Jadi Itu berita hoaks," tegas Fahmi.

    "Apakah saya terganggu dengan itu. Tidak, karena saya tidak memakai. Apakah saya kuatir tidak, baik pak kalau memang begitu. Berita ini memang berita hoaks. Tolong sampaikan kesemuanya," lanjut Fahmi.

    Ia menjelaskan, memang dalam 10 hari belakangan, tidak berada di Kabupaten Paser, lantaran telah ada jadwal dengan beberapa kementerian.

    "Jadi saya memang beberapa hari tidak berada di Kabupaten Paser, ada mungkin 10 hari saya tinggalkan karena memang ada terjadwal di beberapa kementerian," tuturnya.

    Fahmi mengaku bertemu dengan Kementerian Desa untuk melakukan koordinasi terkait HPL transmigrasi. 

    "Kami mohon pada menteri pada saat itu, untuk melakukan pelepasan HPL Transmigrasi," lanjut dia.

    "Kemudian, ke Kementerian Agama menyelesaikan permasalahan sengketa lahan dengan MAN IC dan SMA 2.

    Kemudian, Kementerian Keuangan dengan PT Penjamin Insfrastruktur Indonesia (PII). Kemudian ke lembaga BNPB.

    Kemudian ke Kota Tangerang untuk pengolahan air bersih, dan terakhir menghadiri Rakornas dengan bapak Presiden," urai dia.

    Dirinya tidak tahu terkait informasi ini berasal. Ia meyakini para pers dan masyarakat Kabupaten Paser semua cerdas untuk tidak termakan berita-berita hoaks.  

    Menurutnya, berita yang beredar mesti diluruskan, apalagi sebagai kepala daerah di Kabupaten Paser.

    "Saya nyatakan bahwa, saya bukan pemakai narkoba. Itu merupakan fitnah keji, yang diberikan kepada kami. Tapi tidak masalah bagi saya. Karena, saya juga bukan pengguna. Barang itu saya tidak tahu. Melihat saja tidak pernah," tegasnya.

    Hanya saja ia khawatir dengan ibunya, lantaran memiliki riwayat penyakit jantung. Ia menginginkan berita hoaks seperti ini menjadi yang pertama dan terakhir.