Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Bijak Ilhamdani Reses di Kecamatan Sepaku, Warga Keluhkan Akses Pendidikan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di IKN

Anggota DPRD PPU Muhammad Bijak Ilhamdani serap aspirasi di Kecamatan Sepaku. (Foto: Istimewa)

Arbasa meminta, kepada Bijak Ilhandani agar memperjuangkan aspirasi tersebut agar pemerintah daerah membangun SMP di Desa Binuang. “Kalau bisa dibangun SMP di Desa Binuang karena lokasinya cukup strategis,” ujarnya. 

Selain masalah pendidikan, warga juga menyampaikan keluhan penyerapan tenaga kerja lokal di proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Ramlan mengungkapkan, banyak warga Kecamatan Sepaku, termasuk dirinya telah mengikuti pelatihan yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk persiapan bekerja di IKN Nusantara. 

Namun, sampai saat ini tak kunjung ada panggilan untuk bekerja di proyek pembangunan IKN. “Setelah mengikuti pelatihan, kami diminta menunggu panggilan. Tapi, sampai sekarang belum ada,” bebernya. 

Sementara itu, Bijak Ilhamdani menyatakan, akan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait dengan pembangunan SMP dan penyerapan tenaga kerja lokal di IKN Nusantara. 

“Aspirasi warga ini menjadi catatan untuk disampaikan ke pemerintah daerah terkait dengan pendidikan. Sedangkan masalah tenaga kerja lokal akan kami teruskan ke Otorita IKN,” ujar Anggota Komisi I DPRD PPU ini. (Adv)

BERITA TERKAIT

    DPRD Penajam Paser Utara

    Bijak Ilhamdani Reses di Kecamatan Sepaku, Warga Keluhkan Akses Pendidikan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di IKN

    PusaranMedia.com

    Anggota DPRD PPU Muhammad Bijak Ilhamdani serap aspirasi di Kecamatan Sepaku. (Foto: Istimewa)

    Arbasa meminta, kepada Bijak Ilhandani agar memperjuangkan aspirasi tersebut agar pemerintah daerah membangun SMP di Desa Binuang. “Kalau bisa dibangun SMP di Desa Binuang karena lokasinya cukup strategis,” ujarnya. 

    Selain masalah pendidikan, warga juga menyampaikan keluhan penyerapan tenaga kerja lokal di proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

    Ramlan mengungkapkan, banyak warga Kecamatan Sepaku, termasuk dirinya telah mengikuti pelatihan yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk persiapan bekerja di IKN Nusantara. 

    Namun, sampai saat ini tak kunjung ada panggilan untuk bekerja di proyek pembangunan IKN. “Setelah mengikuti pelatihan, kami diminta menunggu panggilan. Tapi, sampai sekarang belum ada,” bebernya. 

    Sementara itu, Bijak Ilhamdani menyatakan, akan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait dengan pembangunan SMP dan penyerapan tenaga kerja lokal di IKN Nusantara. 

    “Aspirasi warga ini menjadi catatan untuk disampaikan ke pemerintah daerah terkait dengan pendidikan. Sedangkan masalah tenaga kerja lokal akan kami teruskan ke Otorita IKN,” ujar Anggota Komisi I DPRD PPU ini. (Adv)

    Bijak Ilhamdani Reses di Kecamatan Sepaku, Warga Keluhkan Akses Pendidikan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di IKN

    Anggota DPRD PPU Muhammad Bijak Ilhamdani serap aspirasi di Kecamatan Sepaku. (Foto: Istimewa)

    Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan

    PENAJAM - Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Muhammad Bijak Ilhamdani menggelar reses di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Senin (20/3/2023) malam.

    Reses yang dilaksanakan di Desa Binuang tersebut juga dihadiri ratusan warga dari Kelurahan Pemaluan, Kelurahan Maridan dan Desa Telemow. 

    Arbasa warga Desa Binuang menyampaikan usulan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Binuang. Anak-anak di desanya harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan di tingkat SLTP. 

    Arbasa meminta, kepada Bijak Ilhandani agar memperjuangkan aspirasi tersebut agar pemerintah daerah membangun SMP di Desa Binuang. “Kalau bisa dibangun SMP di Desa Binuang karena lokasinya cukup strategis,” ujarnya. 

    Selain masalah pendidikan, warga juga menyampaikan keluhan penyerapan tenaga kerja lokal di proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

    Ramlan mengungkapkan, banyak warga Kecamatan Sepaku, termasuk dirinya telah mengikuti pelatihan yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk persiapan bekerja di IKN Nusantara. 

    Namun, sampai saat ini tak kunjung ada panggilan untuk bekerja di proyek pembangunan IKN. “Setelah mengikuti pelatihan, kami diminta menunggu panggilan. Tapi, sampai sekarang belum ada,” bebernya. 

    Sementara itu, Bijak Ilhamdani menyatakan, akan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait dengan pembangunan SMP dan penyerapan tenaga kerja lokal di IKN Nusantara. 

    “Aspirasi warga ini menjadi catatan untuk disampaikan ke pemerintah daerah terkait dengan pendidikan. Sedangkan masalah tenaga kerja lokal akan kami teruskan ke Otorita IKN,” ujar Anggota Komisi I DPRD PPU ini. (Adv)