Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Air Terjun Doyam Gerigu, Objek Wisata di Desa Semuntai yang Belum Tergarap Maksimal 

Wisata Air Terjun Doyam Gerigu (Foto: Istimewa)

BERITA TERKAIT

    Traveling

    Air Terjun Doyam Gerigu, Objek Wisata di Desa Semuntai yang Belum Tergarap Maksimal 

    PusaranMedia.com

    Wisata Air Terjun Doyam Gerigu (Foto: Istimewa)

    Air Terjun Doyam Gerigu, Objek Wisata di Desa Semuntai yang Belum Tergarap Maksimal 

    Wisata Air Terjun Doyam Gerigu (Foto: Istimewa)

    Reporter: Anas Abdul Kadir | Editor: Bambang Irawan

    TANA PASER - Kabupaten Paser memiliki banyak wisata alam yang mempesona, namun sayangnya belum  sepenuhnya tergarap dengan baik. Salah satunya adalah Wisata Air Terjun Doyam Gerigu di Desa Semuntai, Kecamatan Long Ikis. 

    Hanya berjarak 12 kilometer dari Kantor Desa Semuntai, air terjun ini diapit dinding bebatuan yang terjal yang cukup menantang. Bagi para wisatawan ini salah satu rekomendasi yang mesti dikunjungi. Pelancong membutuhkan waktu sekira dua jam jika datang dari  Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan satu jam dari Ibu Kota Tana Paser ke Desa Semuntai.

    Sepanjang jalan menuju Doyam Gerigu disuguhi hamparan pepohonan besar  yang membentang di sisi kanan-kiri jalan. Keaslian alamnya menambah keindahan bagi wisatawan dan tentunya bisa membayar lelah dalam perjalanan.

    Kepala Desa Semuntai, Muhammad Saleh mengaku wisata Doyam Gerigu ini masih terkendala sarana dan prasarana (Sarpras), khususnya infrastruktur jalan. "Masih banyak pembenahan-pembenahan yang perlu  dilakukan," ucap Saleh saat dihubungi via seluler, Minggu (7/5/2023).

    Dirinya menyebut peningkatan kualitas jalan sebelumnya menggunakan dana swakelola kini perlu perlu ditingkatkan lagi. Faktor geografis, waktu dan cuaca serta terkendala dengan pemeliharaan, dinilai dia, menjadi penyebab infrastruktur jalan kembali mengalami kerusakan.

    Saleh menyebut fasilitas penunjang Doyam Gerigu terus diupayakan Pemerintah Desa (Pemdes) Semuntai, seperti mengusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk masuk dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2024.

    "Pemdes Semuntai terus berbenah untuk pengembangan Doyam Gerigu, seperti jalan menuju objek wisata ini," jelasnya. 

    Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan setempat. Diharapkan dapat berpartisipasi untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju Doyam Gerigu, dikarenakan masuk dalam wilayah PT BWS.

    Saat ini Doyam Gerigu pengelolaan dan pemeliharaannya di bawah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saleh mengharapkan kehadirannya dapat mengembangkan segala potensi yang ada.  

    "Menurut hemat kami salah satu faktor peran kehadiran Pokdarwis dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata belum maksimal. Harapan kedepannya semoga Doyam Gerigu bisa berkembang lebih baik dan menjadi salah satu ikon Desa Semuntai," pungkasnya.