Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Kebakaran di Pasar Pagi Nunukan Hanguskan 13 Kios dan Dua Gudang, Kerugian Mencapai Rp1,398 Miliar

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid saat meninjau kebakaran yang melanda Pasar Pagi Nunukan (Foto: Istimewa)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Utara

    Kebakaran di Pasar Pagi Nunukan Hanguskan 13 Kios dan Dua Gudang, Kerugian Mencapai Rp1,398 Miliar

    PusaranMedia.com

    Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid saat meninjau kebakaran yang melanda Pasar Pagi Nunukan (Foto: Istimewa)

    Kebakaran di Pasar Pagi Nunukan Hanguskan 13 Kios dan Dua Gudang, Kerugian Mencapai Rp1,398 Miliar

    Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid saat meninjau kebakaran yang melanda Pasar Pagi Nunukan (Foto: Istimewa)

    Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

    NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan  merilis hasil kajian cepat atas musibah kebakaran yang melanda Pasar Pagi Nunukan Minggu (7/5/2023) malam.

    Kepala Pelaksanan BPBD Nunukan, Arif Budiman menyampaikan, dampak yang ditimbulkan atas kejadian tersebut menghanguskan 13 kios dan dua gudang.

    "Barang-barang jualan pedagang ikut terbakar. Selain itu juga terputusnya aliran listrik dan jaringan air bersih," ujar Arif  kepada pusaranmedia.com, Selasa (9/5/2023).

    Dikatakan Arif, berdasarkan hasil analisa personel di lapangan diketahui jika total sementara sebanyak satu orang pemilik bangunan kehilangan 13 kios dan dua orang pemilik dua unit gudang di pasar tersebut. "Sebanyak 15 orang pedagang merugi akibat kehilangan barang dagangannya. Mereka menyewa lapak yang berada di Pasar Pagi Nunukan," katanya.

    Sebagian besar kondisi bangunan di pasar itu merupakan semi permanen yang rentan musibah kebakaran.

    Kemudian lokasi itu juga berada di tengah-tengah kawasan padat penduduk.

    Untuk perhitungan kerugian sendiri, lanjut Arif, kerugian fisik bangunan tersebut mencapai Rp1,050 miliar ditambah dengan kerugian materi sebesar Rp348 juta, sehingga total kerugian atas musibah dimaksud mencapai Rp1,398 miliar.

    Dengan kejadian itu pula, BPBD mencatat terjadi gangguan akses individu, kelompok dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Tidak itu saja, pihaknya juga menduga akan terjadi kerentanan ekonomi akibat aktifitas perekonomian pada daerah yang terkena dampak sehingga aktivitas berdagangnya terhenti total.

    "Karena ada 15 orang yang kemudian tidak bisa berjualan untuk saat ini sementara mereka juga tentu membutuhkan pemasukan dengan kondisi pengeluaran yang terus bertambah," pungkasnya.