Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud meninjau beberapa lokasi rencana pembangunan puskemas di Kelurahan Marga Sari, Selasa (30/5/2023).
Ada dua lokasi yang dipantau yaitu eks kebakaran RT 18 dan 20, dan ruko yang berada di samping belakang lokasi eks kebakaran itu.
Rahmad Mas'ud mengaku dalam waktu dekat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) akan mengkaji untuk membangun Puskesmas Marga Sari. "Rencananya akan dibangun di daerah seputaran dan sudah ada beberapa titik yang merupakan aset pemerintah," ucapnya.
Kepala Dinkes Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan selama ini Puskesmas berada di pemukiman penduduk atas air yang menjadi percontohan untuk Puskesmas atas air.
"Namun dengan berjalannya waktu kita lihat kondisi lingkungan juga berubah, sehingga saat ini tidak layak lagi untuk menjadi Puskesmas," katanya.
Ia menjelaskan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memang Puskesmas Marga Sari ini diagendakan untuk dilakukan studi kelayakan kembali.
"Bapak Wali kota tadi meninjau, baik lokasi lama maupun sekarang yang sedang menyewa ruko selama setahun di kawasan Pandansari akibat banjir rob sering terjadi naik tinggi," ungkapnya.
Tadi juga sudah ditinjau beberapa lokasi pembangunan, kata dia, mungkin akan dicari beberapa titik tanah pemerintah ataupun tanah warga yang bisa dianalisis di studi kelayakan nanti. "Ini sekarang sudah masuk studi murni, lokasi eks kebakaran juga termasuk yang akan di studi biar dikaji," bebernya.
Begitu juga dengan lima ruko yang di samping belakang eks kebakaran tersebut juga milik warga. Karena itu, dikatakannya akan diserahkan kepada tim kajian yang menilai.
"Jadi tim pengkaji akan menilai yang mana yang akan layak untuk didirikan puskesmas. Kalau untuk lokasi lainnya nanti ada bagian aset yang menentukan," tuturnya.
Dirinya membeberkan setidaknya Puskesmas kalau di wilayah perkotaan ini dua ribu meter itu cukup, tanpa rawat inap dan rumah dinas.
"Untuk anggaran itu tergantung studi nanti, kalau mengacu sebelumnya Rp10 miliar seperti Puskesmas Karang Rejo. Tetapi nanti saat dilelang baru ada penawarannya dari penyedia jasa," jelasnya.

