Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan
Banner ADV

Penutupan Jembatan Sambaliung, DPRD Berau Ingatkan Jangan Sampai Masyarakat Panik

Anggota Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi saat melakukan peninjauan Jembatan Sambaliung (Foto : Umar Daud/pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Banner ADV

    DPRD Kabupaten Berau

    Penutupan Jembatan Sambaliung, DPRD Berau Ingatkan Jangan Sampai Masyarakat Panik

    PusaranMedia.com

    Anggota Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi saat melakukan peninjauan Jembatan Sambaliung (Foto : Umar Daud/pusaranmedia.com)

    Banner ADV

    Penutupan Jembatan Sambaliung, DPRD Berau Ingatkan Jangan Sampai Masyarakat Panik

    Anggota Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi saat melakukan peninjauan Jembatan Sambaliung (Foto : Umar Daud/pusaranmedia.com)

    Reporter : Umad Daud | Editor : Buniyamin

    TANJUNG REDEB - Anggota Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memberikan kejelasan terkait penutupan Jembatan Sambaliung kepada masyarakat.

    Sebab dari informasi yang beredar, penutupan akan terlaksana pada 1 Juni. Tetapi hingga kini masih ada kendaraan yang masih melintas di jembatan tersebut.

    Seharusnya, kata dia, pemkab melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi gejolak saat penutupan untuk dilakulan perbaikan Jembatan Sambaliung.

    "Jangan sampai masyarakat khawatir atau panik, apalagi jembatan ini penghubung satu-satunya. Diharapkan pemerintah bisa memberikan informasi yang jelas," katanya kepada pusaranmedia.com, Kamis (1/6/2023).

    Belum lagi masalah kendaraan komersil yang ingin melintas, harus ada jalur khusus agar tidak menghambat perputaran ekonomi yang ada di Bumi Batiwakkal.

    "Jika ada keadaan darurat seperti pasien yang harus dilarikan ke rumah sakit, bagaimana solusi dari pemerintah. Karena, selama ini Pemkab tidak memberikan kejelasan kepada DPRD," ungkapnya.

    Menurutnya, harusnya pemerintah melibatkan masyarakat dan melakukan musyawarah bagaimana solusi penyelesaian masalah yang akan terjadi.

    Terkait mekanisme penyebrangan, ia meminta pemerintah menjelaskan ke mayarakat bagaimana kesiapan kapal LCT yang akan digunakan, termasuk jadwal operasional.

    Apakah 24 jam atau memiliki batas waktu. Kemudian kapasitas angkut kapal dan estimasi penyebrangan. Hal tersebut harus disosialisasikan kepada masyarakat.

    "Jangan sampai masyarakat bingung nantinya. Saya harap pemerintah segera melakukan persiapan agar tidak terjadi dampak yang lebih besar," pungkasnya. (adv)