Reporter : Umar Daud | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB - Penutupan Jembatan Sambaliung yang seharusnya dilaksanakan Kamid (1/6/2023) malam tadi batal dilakukan usai mendapat penolakan dari masyarakat Bumi Batiwakkal.
Penolakan ini karena masyarakat mengeluhkan persiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang belum matang untuk menyiapkan penyebrangan alternatif.
PPK DPUPR Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jembatan Sambaliung, I Nyoman S mengaku telah berkoordinasi kedapa pemkab terkait pembatalan punutupan tersebut.
"Kita sudah lapor ke pemkab bahwa ada tuntutan masyarakat, jadi untuk menghindari keributan kita buka kembali," ungkapnya kepada pusaranmedia.com, Kamis (1/6/2023).
Terkait penolakan penutupan, ia mengungkapkan tidak masalah jika masyarakat meminta untuk dibuka kembali. Apalagi, saat ini pengerjaan belum dimulai.
"Nanti kita liat perkembangannya, besok bagaimana persoalan tuntutan ini. Itu pemkab yang akan menjawab," tuturnya.
Terkait mobilisasi material kontruksi, ia mengaku telah melakukan persiapan dan akan disusun di atas Jembatan. Tetapi, hal tersebut dibatalkan karena desakan masyarakat.
"Awalnya akan kita letakan di atas, karena rencananya akan besok akan dikerjakan. Dari kita sudah siap makanya dilakukan penutupan. Nanti kita akan kita bahas besok," pungkasnya.

