Reporter: Adhi | Editor: Supiansyah
BALIKPAPAN - Terkait beberapa visi misi baru kepala daerah yang kabarnya akan memperkuat BUMD. Komisi II DPRD Balikpapan, Syukri Wahid meminta perlu adanya kajian terkait dengan investasi agar punya arah investasi akan kemana. Hal ini mengingat bahwa Pemkot telah memiliki tiga pola Build of Transfer (BOT) di bidang pasar.
"Balkoni, Kebun Sayur, dan Ramayana. tiga BOT ini akan berakhir di 2028 dan 2030," ungkap Syukri Wahid, rabu (24/3/2021). Syukri menjelaskan bahwa saat masih panjang masa berakhirnya, maka segera mempersiapkan pasca berakhir apakah pilihannya mau di kerjasamakan kembali ke Unit Pelaksana Tugas (UPT) 3 atau dikelola sendiri dengan cover Perusda.
"Kalau kami lebih cenderung untuk mendorong Perusda minimal di kelola tiga pasar ini plus dua pasar besar Pandansari dan Sepinggan. Jadi ada BUMD bergerak di bidang pasar. Nah itu kita sepakat untuk mengangkat derajat investasi," terangnya. Selanjutnya, lanjut Syukri, kajian ekonomi terkait dengan dampak ekonomi pandemi di kota Balikpapan juga harus dilakukan.
Mengingat situasi Pandemi dua tahun terakhir agar bisa mengukur sektor ekonomi apa saja yang sedang turun."Pertumbuhan ekonomi kita 1,4 persen ini yang survev di mana yang hilang di mana sehingga pertumbuhan kita dibawah dua persen. Itu yang kita kaji dari RDP dengan bagian perekonomian," ucapnya.
Selain itu, ia juga ingin melakukan revisi Perda BUMD Manuntung tentang persentase laba bersih ke kas daerah. Mengingat ketidak jelasan itu sehingga kontribusi terhadap PAD hanya sekitar Rp17 juta hingga Rp20 juta selama dua tahun terakhir. "Ini satu persen bisa dua persen bisa. Nah itu yang perlu kita revisi," kata Syukri Wahid. (adv)


