Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Timur (Kaltim), Bakri Hadi mengatakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim akan membawa berkah.
Sebab, pembangunan infrastruktur IKN semakin masif yang dilakukan pemerintah pusat membuka ragam peluang bisnis.
Belasan ribu pekerja proyek IKN akan masuk wilayah Kaltim dan nantinya ratusan ribu pegawai pemerintah pusat akan pindah dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara.
Banyak warga dari luar berimigrasi ke Kaltim yang tentu akan membuka peluang usaha, baik bidang konstruksi, warung, jasa dan lainnya.
“Pemindahan ibu kota ke Kaltim membuka peluang usaha,” kata Bakri Hadi saat menghadiri Forum Bisnis yang dilaksanakan BPC HIPMI PPU di Kampus Nusantara Universitas Gunadarma di Jalan Silkar, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Sabtu (19/8/2023).
Bakri Hadi menekankan peluang usaha yang terbuka di IKN Nusantara harus dimanfaatkan masyarakat lokal, utamanya generasi muda dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Peluang usaha itu harus dimanfaatkan,” ujarnya.
Bakri Hadi mengingatkan, pemindahan IKN nantinya juga akan semakin ketat persaingan usaha maupun peluang kerja.
Sebab itu, generasi harus meningkatkan kompetensi dan rasa percaya diri. “Jangan minder dengan orang dari Jakarta, kita harus percaya diri. Karena warga Kaltim memiliki kemampuan yang tidak kalah sengan dari daerah lain,” imbuhnya.
Bakri Hadi juga mengingatkan masuknya belasan ribu pekerja IKN berpotensi menimbulkan masalah sosial, utamanya dalam pemenuhan kebutuhan biologis, sehingga potensi munculnya warung remang-remang di IKN cukup besar.
“Masyarakat lokal harus menjadi benteng terdepan untuk mengantisipasi potensi masalah sosial tersebut,” imbuhnya.

