Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser pada 3 Maret 2024 lalu. Dari 30 Anggota DPRD yang terpilih, hanya 14 petahana dan sisanya wajah baru.
Salah satu wajah baru di DPRD Paser yaitu Hamsi yabg merupakan mantan Pegawai Tidak Tetap (PPT) di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser.
Ia menggeluti profesi sebagai penegak Perda dan Perkada sejak 2008 sampai 2023 lalu, atau sekitar 15 tahun lamanya.
Pria kelahiran kelahiran 1985 di Kecamatan Muara Komam itu berhasil menjadi Anggota DPRD Paser periode 2024-2029, dengan mengalahkan tujuh caleg dan perolehan suara terbanyak, yakni 1.202 suara di daerah pilihan (dapil) dua wilayah Kabupaten Paser, yakni Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang, Muara Samu, dan Kuaro.
Menurut Hamsi, ini menjadi sejarah baru bagi masyarakat Kecamatan Muara Komam. Sebab, dirinya merupakan penghuni asli Muara Komam yang pertama terpilih menjadi Anggota DPRD Paser.
"Saya bisa dikatakan anak Muara Komam yang pertama kali menjadi anggota DPRD Paser. Dulu pernah ada, tapi hanya PAW saja," kata Hamsi saat ditemui di rumah istrinya di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Grogot, Minggu (31/3/2024).
Hamsi menyebutkan, pindah profesi dari PTT menjadi politisi tentu memiliki alasan yang kuat. Pada 2022 lalu, Hamsi sempat berbincang dengan rekan kerjanya yang menjabat sebagai Sekrtearis Satpol PP Kabupaten Paser.
Kala itu, rekannya berkata, "kamu lihat kami (politisi) saat ini sudah tua-tua semua. Kenapa kau enggak masuk politik, kamu potensi, jika masuk politik," jelas Hasmi saat menceritakan obrolannya saat itu.
Tak sebentar Hamsi merenungkan perkataan teman sejawatnya itu. Mungkin sekitar setahun lamanya, Hamsi akhirnya memberanikan diri untuk masuk politik. Bertepatan dengan berpindahnya M. Guntur dari Camat Tanah Grogot menjadi Kepala Satpol PP Kabupaten Paser pada tahun 2023 lalu.
Ini menjadi pengalaman hidup yang tak akan pernah ia lupakan. Lalu pada saat itu juga, Hamsi yang hanya bermodalkan semangat yang membara dan relasi yang kuat, dirinya yakin untuk maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari partai Golkar.
Dengan memanfaatkan relasi, Hamsi mulai bergerak melakukan personal branding atau mempromosikan dirinya kepada masyarakat di dapil 2 Kabupaten Paser.
"Strateginya melewati silaturahmi dan sosialisasi ke masyarakat langsung. Alhamdulillah saya terpilih menjadi Anggota DPRD Paser periode 2024-2029," beber bapak anak tiga itu.
Sebagai politisi muda, Hamsi juga bakal berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentu ini juga berkaitan dengan angka pengangguran di Kabupaten Paser.
Berdasarkan data, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Paser pada tahun 2023, yaitu sebesar 4,72%, dan berada pada peringkat 4 dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Kaltim yang mempunyai Tingkat Pengangguran terbuka terendah.
"Semakin sedikit pengangguran, maka makin sejahtera masyarakatnya," sebut pria yang sedang duduk di atas sofa mewah itu.
Terlebih, dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) ini, tentu persaingan sumber daya manusia (SDM) dari segala penjuru Indonesia bakal terjadi. Maka, Hamsi mengharapkan putra-putri Kabupaten Paser tidak hanya menjadi penonton.
Masyarakat Kabupaten Paser yang secara geografis bertetangga dengan IKN Nusantara harus mampu berkompetisi dan ikut dalam pembangunannya. Namun, perlu keterlibatan semua pihak secara bersama-sama untuk dapat mewujudkan itu semua.
Selain pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM)njuga berpengaruh dalam kesejahteraan masyarakat. Melihat data, Kabupaten Paser pada tahun 2023 mencapai 74,56. Nilai IPM tersebut masih berada pada peringkat ke-7 dari 10 Kabupaten atau Kota di Provinsi Kalimantan Timur.
Dia menambahkan, adapun cara dalam menciptakan lapangan kerja yang mengacu pada kebutuhan di IKN, selaras dengan latar belakang pendidikan atau bidang keahlian dari putra-putri Kabupaten Paser harus ditingkatkan.
"Sehingga SDM Kabupaten Paser dapat berkompetisi dan memiliki keahlian yang cukup untuk ikut andil dalam pembangunan IKN Nusantara. Kita enggak menginginkan hanya jadi penonton," tutup Hamsi.

