Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Jumat Curhat, Kapolres Paser Minta Masyarakat Jangan Gampang Terprovokasi

Jumat Curhat Polres Paser bersama masyarakat Kecamatan Tanah Grogot. (Foto: Luthfi/pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Jumat Curhat, Kapolres Paser Minta Masyarakat Jangan Gampang Terprovokasi

    PusaranMedia.com

    Jumat Curhat Polres Paser bersama masyarakat Kecamatan Tanah Grogot. (Foto: Luthfi/pusaranmedia.com)

    Jumat Curhat, Kapolres Paser Minta Masyarakat Jangan Gampang Terprovokasi

    Jumat Curhat Polres Paser bersama masyarakat Kecamatan Tanah Grogot. (Foto: Luthfi/pusaranmedia.com)

    Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan 

    TANA PASER - Guna memaksimalkan kinerja penegak keamanan, Polres Paser lakukan kegiatan Jumat Curhat yang menyasar sejumlah masyarakat di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Jumat (19/4/2024).

    Kegiatan yang dilaksanakan di My Cafe, Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot tersebut, dihadiri Camat Tanah Grogot Camat Abdul Rasyid, Lurah Tanah Grogot Husnia Hadijah, sejumlah Kepala Desa, dan beberapa warga Kecamatan Tanah Grogot.

    Dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tentu peran masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan. Untuk, memaksimalkan upaya itu, Polres perlu menjalin hubungan baik dengan masyarakat, termasuk dalam mendengarkan keluhan masyarakat.

    "Menjalin silaturahmi dengan masyarakat, mendengarkan keluhan mereka. Sehingga kinerja Polres Paser bisa lebih maksimal," kata Kapolres Paser AKBP Yusep Dwi Prastiya.

    Adapun keluhan yang utarakan masyarakat. Yaitu terkait balap liar, pencurian, situasi tahun politik, dan masalah sengketa lahan. Menanggapi hal itu, AKBP Yusep menjelaskan, terkait dengan balap liar, Polres mengedepankan fungsinya, yakni fungsi Lantas dan fungsi Binmas.

    Balap liar identik dengan anak muda, maka peran orantua sangat diperlukan. Yusep menyebut percuma jika para pembalap liar ditangkap, tapi kalau orangtuanya masih support anaknya untuk balap liar. 

    "Seperti membelikan alat atau sparepart racing. Maka adrenalin anak juga bertambah. Dan itu juga perlu peran orangtua. Artinya ini aset yang perlu kita bina, kita jaga dan tidak hanya Polri yang bertanggungjawab, tapi juga orangtua, tokoh masyarakat, dan pemerintah juga," jelasnya.

    Berkaitan permasalahan lainnya Polres Paser siap untuk mendampingi mereka, baik secara edukasi, sosialisasi, maupun musyawarah. Sedangkan terkait pengamanan Pemilihan Kepala Daerah, Yusep menuturkan, saat ini sudah mulai tahapan. Polres Paser akan ikuti dinamikanya dan perlu adanya edukasi yang lebih kepada masyarakat.

    "Karena potensi Pilkada, membawa isu lokal harus kita antisipasi dengan cara mereka tidak boleh terprovokasi, tidak boleh termakan berita hoax, tidak terpancing untuk dilarikan ke sara dan lainnya, mau perbedaan, konflik, mau apa, intinya persatuan yang harus di jaga," pungkasnya.