Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Andi Harun Murka, Ada Oknum yang Kerap Rendahkan Kandidat Calon Gubernur di Pilkada Kaltim 

Ketua DPD partai Gerindra Kaltim, Andi Harun. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Andi Harun Murka, Ada Oknum yang Kerap Rendahkan Kandidat Calon Gubernur di Pilkada Kaltim 

    PusaranMedia.com

    Ketua DPD partai Gerindra Kaltim, Andi Harun. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    Andi Harun Murka, Ada Oknum yang Kerap Rendahkan Kandidat Calon Gubernur di Pilkada Kaltim 

    Ketua DPD partai Gerindra Kaltim, Andi Harun. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    Reporter : Herdiansyah | Editor : Buniyamin 

    SAMARINDA - Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Andi Harun mengecam tindakan oknum yang kerap sekali merendahkan calon Gubernur Kaltim dalam Pilkada 2024.

    Menurutnya, Pilkada Kaltim tidak jauh berbeda dengan mekanisme dalam berjualan yang engutamakan kualitas kepimpinan seseorang, bukan malah sebaliknya dengan menjelakan salah satu pasangan calon yang akan masuk bursa Pilkada.

    "Pastikan saja jualan yang kalian miliki itu memang layak dan berkualitas di kalangan masyarakat. Jelaskan kepada mereka bahwa visi misi seperti ini, visi ekonominya begini, infrastruktur, pembangunan dan lainnya. Jangan merendahkan calon lain dari manapun itu," tegas Andi Harun.

    Calon kepala daerah, kata dia, harus bisa menjabarkan isi dari tagline yang dibuat, sekaligus,menerjemahkan tujuannya seperti apa.

    Untuk itu, kata dia, peran masyarakat, akademisi hingga mahasiswa penting agar tercerdaskan dalam politik.

    Disinggung mengenai dirinya yang masuk dalam bursa kepala daerah pada Pilkada 2024, Andi Harun mengaku belum menerima keputusan dari DPP Partai Gerindra, sehingga belum sama sekali mengusung satu nama pun yang akan mengikuti kontestasi Pilkada di seluruh kabupaten kota atau tingkat Provinsi.

    "Hingga sekarang belum ada keputusan DPP, jadi jangan jualan nomor partai di Pilkada. Maju saja dulu, nantikan bakalan ada survei dan silahkan. Saya bukan pemilik tunggal partai, jika ada nantinya mau maju tidak ada masalah," ungkapnya.

    Ia mengaku untuk dapat mengikuti Pilkada, tidak hanya mengandalkan status kader. Kontestasi politik memiliki banyak syarat salah satunya memiliki biaya atau amunisi lebih, memiliki persiapan logistik yang cukup karena prosesnya akan berjalan terus hingga beberapa bulan ke depan.

    "Maju sebagai calon kepala daerah banyak sekali syarat yang perlu diperhatikan. Terutama syarat elektoral," pungkasnya.