Reporter : Herdiansyah | Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Desas-desus Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Andi Harun dalam mengikuti kontestasi demokrasi Pilkada 2024 di Benua Etam, sebutan Provinsi Kaltim terus berguling di tengah masyarakat.
Kendati demikian, kebenaran dirinya yang diisukan maju sebagai salah satu kandidat bakalan calon di Pilkada belum secara resmi disampaikan kepada masyarakat umum.
Namun, Andi Harun mengklaim ada kelompok masyarakat yang secara diam-diam bergerak mengumpulkan Kartu Tanda Pengenal (KTP) yang merupakan salah satu syarat administrasi maju sebagai kandidat calon kepala daerah jika melalui jalur perseorangan.
"Dari informasi yang saya terima, ada inisiasi kelompok masyarakat yang mengumpulkan KTP untuk kendaraan melalui jalur perseorangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ucap Andi Harun, sapaannya.
Terhadap gerakan di belakang layar itu, ia merasa sangat bersimpati dengan dorongan yang diberikan masyarakat secara diam-diam. "Patut diapresiasi dengan hal tersebut, saya mengucapkan terimakasih," singkatnya.
Wali Kota Samarinda ini menyebut, jika dihadapkan dengan beberapa pilihan terkait keputusannya maju sebagai kandidat Pilgub atau tetap mengabdikan di Kota Samarinda, maka dirinya akan tetap mengedepankan jalur gabungan partai politik terlebih dulu.
"Itu kalau ada opsi seperti itu. Tentu dalam hal ini saya mengambil jalur partai politik dulu. Terkait KTP tadi yang sudah mencapai 60 ribu, itu akan menjadi opsi alternatif," tuturnya.
Bukan poin itu yang terpenting diperhatikan, kata dia, tapi kemampuan logistik adalah senjata utama dalam mengikuti kontestasi Pilkada mendatang.
Sebab, lanjut Andi Harun, membutuhkan biaya serta dukungan keluarga saat mengikuti Pilkada. "Kemampuan logistik yang saya miliki sangat terbatas, saya harus bisa mengukur dulu apakah kemampuan saat ini dapat digunakan untuk berlayar, kalau merasa tidak mampu harus bisa tau diri dan realistis," tegasnya.
Menurut dia, Pilkada di Samarinda bukan berbicara soal dirinya sendiri ataupun figur lain. Tapi yang terpenting diperhatikan adalah komitmen terhadap visi misi yang akan dibawakan.
"Basisnya adalah harus memilih calon yang betul-betul ada konsep dan desain terhadap kemajuan daerah," pesannya.

