Reporter: Lodya Astagina | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - PDI Perjuangan (PDIP) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar press conference menanggapi Hasil Rapat Kerja Komisi II DPR RI, KPU dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar pada Kamis (16/5/2024) lalu.
Hasil rapat tersebut menuai polemik dan menjadi isu hangat di masyarakat, khususnya berkaitan dengan isu tertutupnya peluang Edi Damansyah mencalonkan diri kembali di Pilkada Kukar November 2024.
Ketua BP-Pemilu DPC PDIP Kukar, Junaidi menuturkan draf rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terus bergulir menjadi pemberitaan seksi di sejumlah media, bahkan hingga masyarakat.
Ditegaskan Junaidi, hingga PKPU itu belum final dan masih berupa draf yang dikonsultasikan ke Komisi II DPR RI, dalam rangka menyusun draf PKPU terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Ketika belum final atau disetujui, tidak ada pernyataan mutlak bahwa Edi Damansyah tidak bisa maju kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar.
“Pendapat media terkait berita KPU dan Komisi II harus berimbang. Suka tidak suka, Pak Edi Damansyah adalah salah satu kontestan incumbent yang memiliki 16 kursi di PDI Perjuangan,” jelas Junaidi, Sabtu (18/5/2024).
Ia meminta rakyat Kukar tak terseret dengan isu, tidak berimajinasi dan berpolemik berlebihan.
Mewakili PDIP Kukar, Junaidi menyatakan pihaknya tidak terganggu dengan PKPU tersebut karena belum final.
Bahkan saat final, PDIP Kukar masih mempunyai upaya hukum lainnya yang berlandaskan pada Undang-undang Kepala Daerah.
Ditegaskannya, PDIP Kukar enggan berpolemik dengan sesuatu yang belum jelas terjadi atau berdebat soal aturan. Sebab, aturan berada di ranah peradilan, kemudian semua berhak memiliki asumsi masing-masing.
“Kami pun punya asumsi. Kalau mengacu pada UU Kepala Daerah, Edi Damansyah masih bisa maju di Pilkada 2024,” ucapnya.
Junaidi meyakini, Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan mengeluarkan aturan di luar UU. Namun, jika PDI Perjuangan merasa adanya ketidakadilan, maka mereka siap maju mengajukan gugatan ke MA.
“Tapi sampai hari ini masih normal. Pak Edi Damansyah tidak sampai dua tahun definitifnya, itu yang menjadi landasan kami. Dianggap satu periode kalau menjabat definitif 2,5 tahun dan PDI Perjuangan Kukar melalui Pak Edi masih tetap maju,” beber Junaidi.
Lebih lanjut, kata dia, Edi Damansyah sebagai Ketua DPC PDIP Kukar mampu membangkitkan marwah partai yang semula hanya mendapat tujuh kursi di pileg 2019, kini menjadi 16 kursi pada kontestasi pileg 2024.
Atas prestasi cemerlang itu, DPP PDIP memberikan penugasan kepada Edi Damansyah untuk kembali maju di Pilkada Kukar.
Konsisten dengan pernyataannya, partai yang identik dengan warna merah dan gambar banteng hitam tersebut hingga hari ini tidak membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati.
Hanya saja yang masih menjadi perhitungan PDIP, apakah majunya Edi Damansyah sebagai bakal calon Bupati Kukar masih dilanjutkan dengan wabup saat ini, yakni Rendi Solihin.
PDIP Kukar masih dalam proses penjajakan dan komunikasi mendalam terkait persoalan ini. PDIP sendiri atau berkoalisi dengan dengan partai lain.
“Kemungkinan juga lebih utama merah-merah, tapi masih dalam kajian. Tapi survei hasil kerja keduanya juga cukup tinggi,” ujarnya.
Menyampaikan pesan Edi Damansyah, Junaidi mangatakan pucuk pimpinan tertinggi DPC PDIP Kukar itu tak merasa sensitif dengan berita-berita hangat yang sedang beredar.
Ia hanya menginstruksikan agar seluruh kader tetap solid turun ke lapangan bersama rakyat. Sebab, kebersamaan bersama rakyat menjadi modal utama PDIP Kukar berhasil meraih 16 kursi pada Pileg 2024.
Keberhasilan ini harus dibuktikan dengan kerja politik yang apik, dengan mengumpulkan aspirasi masyarakat, untuk dijadikan kebijakan politik ketika pengesahan anggaran.
“Ketua DPC kita sudah mendengar soal berita ini. Beliau merespon ini tidak terlalu sensitif, biasa saja. Beliau menginstruksikan kader untuk tetap solid,” pesannya.
“Kita berharap masyarakat Kukat tidak langsung memersepsikan, seperti beberapa media seolah-olah beliau (Edi Damansyah) tidak bisa maju. Kami yakin beliau masih tetap maju dan posisi beliau masih di support DPP dan pusat,” pungkasnya.

