Reporter: Herdiansyah | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut waktu pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) seperti judul lagu Krisdayanti "Menghitung Hari".
"Pilkada di Kaltim tinggal menunggu hari seperti yang disampaikan Krisdayanti," ucap Andi Harun saat menghadiri agenda pelantikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda.
Menurutnya, momentum Pilkada merupakan satu langkah untuk melahirkan calon pemimpin yang tidak hanya memamerkan logistik, tapi lebih kepada mengutamakan gagasan dan program kerjanya.
"Coba lihat sampai hari ini, di antara kontestasi Pilwali, Pilgub dan lainnya. Tidak ada bakalan calon kepala daerah yang narasinya bisa didiskusikan," tegas Andi Harun.
Kata dia, masyarakat hanya disuruh untuk memilih tanpa memberikan pemahaman dan pencerdasan terhadap gagasan yang ingin dibawakan.
"Negara telah siapkan fasilitas untuk demokrasi yang berkualitas. Ruang publik misalnya agar bisa didengar langsung masyarakat," ungkapnya.
Ketua Umum DPD Partai Gerindra Kaltim ini, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai Benua Etam, sebutan Kaltim dalam menentukan pilihan di momen hari pencoblosan. "Jangan lagi warga yang terjebak pada bincang-bincang elektoral," singkatnya.
Walaupun dirinya telah menduduki kursi Wali Kota Samarinda, ia mengaku jejak aktivis membuat kegelisahan, khususnya dalam Pilkada Kaltim yang kian menunjukkan defisit gagasan
"Belum ada kandidat kepala daerah yang membicarakan posisi Kaltim, yang mana tahun ini sebagai tuan rumah upacara 17 Agustus 45. Ada tidak kandidat bicara soal itu? Atau bicara Indonesia emas 2045," pungkasnya.

