Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Kebutuhan Sapi Kurban di PPU Diprediksi Meningkat, Tahun Ini Capai 1.200 Ekor

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Diskominfo Penajam Paser Utara

    Kebutuhan Sapi Kurban di PPU Diprediksi Meningkat, Tahun Ini Capai 1.200 Ekor

    PusaranMedia.com

    Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

    Kebutuhan Sapi Kurban di PPU Diprediksi Meningkat, Tahun Ini Capai 1.200 Ekor

    Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin

    PENAJAM- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkirakan kebutuhan sapi kurban di lebaran Iduladha 1445 Hijriah atau 2024 meningkat dibanding Iduladha 2023 lalu. 

    Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula memperkirakan kebutuhan sapi kurban sebanyak 1.200 ekor di tahun ini. Kebutuhan hewan kurban diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan lebaran Iduladha 2023, yakni 1.008 ekor sapi. 

    “Stok sapi kurban yang harus disiapkan tahun ada 1.200 ekor. Kebutuhan ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu hanya 1.008 ekor,” kata Ristu, Senin (27/5/2024). 

    Ia mengatakan permintaan sapi kurban tahun ini akan mengalami peningkatan karena dipengaruhi adanya agenda penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Biasanya pada tahun politik, banyak bakal calon dan partai politik yang menyumbang hewan kurban ke masyarakat,” terangnya. 

    Sapi kurban di Benuo Taka, kata dia, lebih banyak didatangkan oleh pedagang dari  Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi. Sedangkan untuk sapi kurban lokal hanya mampu menutupi kebutuhan sekitar 20 persen saja.

    “Sapi kurban yang didatangkan dari luar daerah ada 80 persen. Karena, stok sapi lokal belum mampu menutupi kebutuhan masyarakat,” terangnya. 

    Ristu mengaku pemerintah daerah membuka ruang bagi pedagang untuk mendatangkan hewan kurban dari luar daerah guna menjaga populasi sapi di Benuo Taka.

    Apalagi sejak adanya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi, menyebabkan populasi sapi mengalami penurunan dari 17 ribu ekor turun menjadi 14 ribu ekor. 

    “Populasi sapi di PPU mengalami penurunan menjadi 14 ribu ekor. Populasi ini juga kami jaga, sehingga lebih banyak sapi kurban didatangkan dari luar PPU,” pungkasnya. (adv)