Reporter: Umar Daud | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani turut mengkritik galian tambang diduga milik PT Berau Coal di dekat bantaran sungai.
Apalagi, lubang galian tersebut tampak cukup besar sehingga menuai kecaman dari berbagai pihak.
Madri mengatakan telah berkomunikasi dengan pemilik konsesi lahan tersebut. Tetapi, kata dia, mereka hanya menjawab sudah melakukan galian sesuai prosedur yang berlaku.
”Saya sudah komunikasi, saya bilang coba dong ditutup, tapi katanya mereka bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada,” ungkap Madri saat dijumpai Pusaranmedia.com, Rabu (26/6/2024).
Meski demikian, Madri mengakui tidak bisa melakukan banyak hal, sebab tidak punya wewenang terkait permasalahan tambang. “Saya hanya bisa mengingatkan saja, yang bisa mengambil kebijakan itu kepala daerah,” imbuhnya.
Ia berpendapat, Pemkab Berau mesti tegas menyikapi adanya penggalian tambang yang sangat besar di dekat aliran sungai tersebut. Terlebih, hal itu sudah berlangsung sudah sejak lama hingga saat ini.
“Kenapa baru sadar sekarang bahwa ada lubang besar. Harusnya dari 10 tahun lalu sudah ditegaskan, mana reklamasi dan sebagainya,” pungkasnya.

