Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan
Banner ADV

Muhammad Amin Soroti Masalah Kekurangan Ruang Kelas SMA dan SMK di Sangatta

597 kali
Anggota DPRD Kutim, Muhammad Amin saat menghadiri rapat hearing di DPRD Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Banner ADV

    DPRD Kutai Timur

    Muhammad Amin Soroti Masalah Kekurangan Ruang Kelas SMA dan SMK di Sangatta

    PusaranMedia.com
    597

    Anggota DPRD Kutim, Muhammad Amin saat menghadiri rapat hearing di DPRD Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

    Banner ADV

    Muhammad Amin Soroti Masalah Kekurangan Ruang Kelas SMA dan SMK di Sangatta

    597
    Anggota DPRD Kutim, Muhammad Amin saat menghadiri rapat hearing di DPRD Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

    SANGATTA - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Muhammad Amin menyatakan kekhawatirannya terkait dengan masalah kekurangan ruang kelas di beberapa SMA dan SMK di wilayah Sangatta. 

    Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan UPT Disdik Provinsi Kaltim Wilayah II, Dinas Pendidikan Kabupaten Kutim serta sejumlah kepala sekolah dari SMA dan SMK, Muhammad Amin menekankan pentingnya penambahan ruang kelas untuk mengakomodasi lonjakan jumlah siswa setiap tahun ajaran baru.

    "Kita harus memastikan setiap anak di Kutim mendapatkan akses pendidikan yang layak. Kehadiran seorang ibu dari SMA di sebelah sana menunjukkan betapa pentingnya masalah ini bagi masyarakat," ujar Muhammad Amin.

    Dalam hearing tersebut, Muhammad Amin menyatakan minat peserta didik untuk mendaftar di jenjang SMA dan SMK Negeri di wilayah Sangatta terus meningkat setiap tahunnya. 

    Namun, peningkatan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan ruang kelas yang memadai. "Kita perlu mencari solusi terbaik untuk masalah ini. Jika tidak, banyak anak yang akan kesulitan mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan," tambahnya.

    Muhammad Amin juga menyarankan agar UPT provinsi mempertimbangkan penambahan kelas baru di sekolah-sekolah yang tidak mampu lagi menampung jumlah siswa saat ini.

    "Jika perlu, kita bisa menggunakan tenda sementara sebagai solusi darurat. Yang terpenting adalah anak-anak kita bisa terus belajar tanpa gangguan," katanya.

    Sebagai, dengan adanya perhatian dan tindakan konkret dari pihak-pihak terkait, diharapkan masalah kekurangan ruang kelas ini dapat segera teratasi sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan efektif.

    Sementara itu, Yan Ipui yang memimpin rapat tersebut, menyampaikan bahwa ini adalah masalah yang perlu segera diatasi. "Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Solusi harus segera ditemukan agar anak-anak kita tidak terlantar," tegas Yan Ipui. (Adv)