Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Syirajudin Soroti Pentingnya Kearifan Lokal untuk Cegah Konflik Sosial

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Timur, HM Syirajudin. (Foto: Pemprov Kaltim)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Syirajudin Soroti Pentingnya Kearifan Lokal untuk Cegah Konflik Sosial

    PusaranMedia.com

    Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Timur, HM Syirajudin. (Foto: Pemprov Kaltim)

    Syirajudin Soroti Pentingnya Kearifan Lokal untuk Cegah Konflik Sosial

    Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Timur, HM Syirajudin. (Foto: Pemprov Kaltim)

    Reporter: Herdiansyah | Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Timur, HM Syirajudin, menyoroti pentingnya memanfaatkan kearifan lokal untuk mencegah konflik sosial di tengah keberagaman Indonesia.

    Ia menyampaikan sebagai negara kepulauan dengan populasi besar dan beragam suku, etnis, budaya, serta agama, Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Namun, keberagaman ini juga berpotensi memicu konflik sosial jika tidak disikapi dengan bijak.

    Syirajudin menjelaskan beberapa indikator daerah rawan konflik sosial meliputi mobilitas sosial yang tidak terkendali, masalah sosial kronis, serta menguatnya anomali dan primordialisme berbasis sentimen sosial sempit. Faktor-faktor ini dapat memicu transformasi sosial yang signifikan dan menimbulkan konflik.

    Menurutnya, penunjukan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota Negara merupakan kebanggaan tersendiri namun juga menuntut perhatian khusus terhadap potensi konflik sosial. Kehadiran masyarakat dari luar Kaltim dengan berbagai kepentingan bisa memicu gesekan dan konflik sosial.

    "Oleh karena itu, penanganan konflik sosial harus terus dikembangkan, tidak hanya melalui rekontruksi sosial setelah bencana, tetapi juga dengan pencegahan melalui peningkatan kapasitas masyarakat menggunakan kearifan lokal," tutur Syirajudin, Rabu (10/7/2024).

    Ia menegaskan kearifan lokal yang mengandung nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan sikap keteladanan adalah media yang tepat untuk mencegah disintegrasi sosial. Dengan kearifan lokal sebagai penyangga, diharapkan masyarakat dapat menyadari pentingnya menjaga tatanan sosial yang harmonis.

    Syirajudin juga berharap langkah ini dapat mencegah bencana, menyelesaikan masalah lokal, menghindari disintegrasi sosial, serta memperkuat adaptasi sosial. Menurutnya, pencegahan konflik sosial tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda dan tokoh masyarakat, dalam menangkal radikalisme akibat doktrin dan ideologi yang keliru.

    "Tugas utama kita adalah memelihara kearifan lokal agar tetap hidup dan menyala dalam hati nurani bangsa Indonesia. Dengan optimalisasi peran pemuda dan tokoh masyarakat, diharapkan konflik sosial dapat diminimalisir dan radikalisme dapat ditangkal, menyongsong Kaltim sebagai Ibu Kota Negara," pungkasnya.