Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Empat Bakal Calon Bupati Penajam Paser Utara (PPU) digadang bakql meramaikan perhelatan Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 27 November 2024.
Keempatnya adalah Ketua Bapilu Nasdem Kaltim, Mudyat Noor, Mantan Bupati PPU Periode 2008-2013, Andi harahap, Mantan Bupati PPU Sisa Periode 2018-2023, Hamdam dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kaltim, Desmon Hariman Sormin.
Sebulan menjelang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati di KPU PPU, yakni pada 27-29 Agustus 2024, tinggal Mudyat Noor yang belum menentukan pasangannya.
Sedangkan tiga lainnya telah memiliki pasangan. Andi Harahap berpasangan dengan Dayang Donna Faroek, Hamdam berpasangan dengan Ahmad Basir dan Desmon berpasangan dengan Naspi Arsyad.
Mudyat Noor mengaku belum menentukan bakal calon Wakil Bupati PPU yang akan mendampinginya bertarung di Pilkada PPU karena masih menelaah perkembangan politik.
“Kalau bakal calon lain sudah menentukan pasangannya, mungkin sudah ada dukungan positif dari partai politik. Sampai sekarang kami belum memutuskan berpasangan dengan siapa. Persoalan pasangan, itu domain partai. Beberapa partai besar di PPU pasti akan menyodorkan kadernya. Jangan sampai kami menentukan pasangan lantas maunya partai berbeda,” kata Mudyat Noor, Senin (29/7/2024).
Mudyat Noor menekankan, dalam menentukan calon wakilnya nanti harus berdasarkan dengan kesepakatan dengan partai politik yang akan mengusung dirinya maju di Pilkada PPU.
“Ada 10 nama yang berpotensi menjadi pendamping dari tokoh-tokoh politik di PPU. Salah satunya, ada Ketua DPRD PPU, ketua-ketua partai politik dan ada anggota DPRD PPU. Tapi tergantung nanti kesepakatan bersama,” ujarnya.
Dirinya belum memutuskan calon wakilnya karena beberapa partai besar di PPU juga belum mengeluarkan surat pengusungan pasangan calon. Salah satunya, Partai Gerindra dengan empat kursi DPRD PPU, Demokrat empat kursi, Golkar tiga kursi dan PDIP tiga kursi.
“Kita tahu Golkar ada tokohnya, Demokrat, Gerindra dan PDIP masing-masing ada tokohnya. Mana ada partai besar memberikan dukungan begitu saja tanpa menyodorkan kadernya, ini juga menjadi pertimbangan kami sehingga tidak terburu-buru menentukan pasangan,” pungkasnya.

