Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin
TANA PASER - Bupati Paser, dr Fahmi Fadli berharap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser, Rizky Noviar bisa maksimalkan kinerja untuk mencapai target 3,10 persen angka pengangguran pada akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Paser 2026.
Ini dikatakan Fahmi Fadli saat pengambilan sumpah janji dan pelantikan 55 pejabat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas dan jabatan fungsional di Ballroom Hotel Kyriad Sadurengas, Jumat (2/8/2024).
Fahmi Fadli mengaku sejak 2021 hingga 2023, terjadi penurunan angka pengangguran di Paser dari 5 persen menjadi 4.88 persen. Sedangkan target angka pengangguran yang harus dicapai pada akhir RPJMD 2026 sebesar 3,10 persen.
"Kepala Disnakertrans yang baru dilantik harus bisa mendorong instansinya agar meningkatkan kinerja dan memaksimalkan upaya sehingga bisa mencapai target yang telah ditetapkan," Kata Fahmi.
Dirinya menyebut langkah dalam mengurangi pengangguran telah dilakukan dan kini hanya perlu dilanjutkan, serta ditingkatkan melalui kerja konkret. Seperti kerja sama dengan dunia industri dalam bidang pemagangan, berupa pemberdayaan Balai Latihan Kerja (BLK) Paser.
Selain itu, kerja sama dengan BLK luar daerah untuk menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai, disertai upaya mendorong masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri. "Dapat memberikan keterampilan sesuai dengan keperluan pasar kerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang keterampilan dan berkualitas tidak sulit didapatkan di Paser," tambahnya.
Fahmi juga menambahkan, akan ada keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan tugas dan fungsi jabatan, tapi jangan pernah menyerah hanya karena mengalami kegagalan. Belajarlah dari kegagalan, bangkit kembali dan teruslah melangkah maju.
Evaluasi dan pembenahan harus dilakukan secara berkala di semua Perangkat Daerah. Perlu saling mendukung menjadi tim dan keberhasilan satu orang adalah keberhasilan bersama. Dukungan dari rekan kerja adalah energi tambahan untuk melewati masa-masa sulit.
"Semua pejabat yang dilantik, harus bisa mewujudkan pemerintahan yang baik. Akibatnya, menciptakan tata kelola pemerintahan yang seirama dengan visi Paser Maju, Adil dan Sejahtera (MAS), serta menuju Indonesia Emas 2045," tegas Fahmi.

