Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, secara resmi meresmikan Kantor Desa Rantau Panjang, Kecamatan Telen, Senin (05/07/2024).
Acara ini juga menandai penyalaan listrik untuk fasilitas umum selama 24 jam dan peletakan batu pertama untuk sarana olahraga.
Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur desa.
"Pembangunan ini merupakan buah sinergi antara Pemkab Kutim, Pemerintah Kecamatan Telen, dan Pemdes Rantau Panjang. Gedung ini harus dirawat dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Ardiansyah.
Peresmian penyalaan listrik 24 jam untuk fasilitas umum di Desa Rantau Panjang juga menjadi sorotan utama. Ardiansyah mengumumkan bahwa aliran listrik dari PLN akan mulai dipasang pada Senin, 5 Agustus 2024, oleh kontraktor yang bekerja sama dengan PLN.
"Sebanyak 27 rumah di Desa Rantau Panjang akan dialiri listrik PLN 24 jam. Ini adalah langkah awal yang penting untuk kemajuan desa," tambahnya.
Ardiansyah juga menekankan pentingnya penggunaan listrik yang aman dan bijak. "Listrik sangat vital untuk mendukung pendidikan anak-anak kita dan aktivitas sehari-hari. Saya mengimbau agar warga menjaga instalasi listrik dengan baik dan menggunakan kabel berkualitas untuk mencegah kebakaran akibat arus pendek," jelasnya.
Manager PLN UP3 Bontang, Dody Suhendra mengapresiasi langkah Pemkab Kutim dalam melistriki desa-desa terpencil. "Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemkab Kutim dalam menerangi hingga pelosok negeri. Dengan adanya perintah resmi dari Pemkab, kami langsung bergerak ke lapangan," ungkap Dody.
Kepala Desa Rantau Panjang, Supianto Alang, menyampaikan terima kasih atas dukungan PLN dan Pemkab Kutim. "Kantor desa ini dibangun dengan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 1,4 miliar, dan sarana olahraga dengan anggaran Rp 1 miliar. Kehadiran listrik 24 jam sangat mendukung fasilitas umum yang baru diresmikan," ujar Supianto.
Camat Telen, Petrus Ivung, juga mengapresiasi perhatian cepat dari Pemkab dan PLN. "Desa kami langsung mendapatkan perhatian yang luar biasa. Terima kasih kepada Pemkab Kutim dan PLN. Kami berharap pembangunan jembatan dan perbaikan Jalan Poros Batu Redi bisa segera tuntas untuk memudahkan akses dan menggerakkan perekonomian warga," katanya.
Acara peresmian ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Kutim dalam membangun infrastruktur desa yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

