Reporter: Ayu Norwahliyah I Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Pembangunan Teras Samarinda menjadi ikon baru Kota Tepian bernilai Rp36,9 miliar ini telah memicu banyak perhatian bagi kalangan masyarakat, diantaranya pemerhati sejarah.
Budayawan dan Pemerhati Sejarah Kalimantan Timur (Kaltim), Romo Roedy Haryo Wijono menilai desain ruang terbuka tersebut tidak mencerminkan kearifan lokal dan mengabaikan nilai sejarah kota.
Baginya, Teras Samarinda bisa menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi mendatang, bukan hanya sekadar ruang publik. Pembangunan yang terkesan terlalu modern ini berpotensi menghilangkan memori kolektif masyarakat tentang Samarinda.
“Euforia masyarakat saat Teras Samarinda dibangun justru bisa menghapus sejarah yang melekat di kota ini,” ujar Romo dalam sebuah diskusi belum lama ini.
Namun Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan pembangunan Teras Samarinda telah mempertimbangkan aspek budaya dan kearifan lokal.
Ia mencontohkan modernisasi di tempat lain, seperti Korea dan Yogyakarta yang tetap menjaga sejarah sambil melakukan pembangunan.
“Banyak pembangunan yang dilakukan dengan langkah modernisasi tanpa mengabaikan sejarahnya. Makanya untuk menilai saja memang mudah tapi untuk sampai ke level ini sebenarnya tidak mudah,” terangnya.
Sementara itu Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar menanggapi penilaian tersebut dengan mengingatkan bahwa kritik seharusnya didasarkan pada kinerja, bukan serangan pribadi. Ia mengakui bahwa Teras Samarinda telah menjadi kebanggaan kota.
“Lahan itu sudah seharusnya digunakan untuk ruang publik, dan Teras Samarinda berhasil mengembalikan hak-hak publik,”ujar Anhar.
Politikus PDIP ini juga menganggap bahwa Teras Samarinda telah menjadi ikon baru yang diakui oleh masyarakat dan Wali Kota Samarinda berhasil mewujudkan harapan warga agar Tepian Mahakam menjadi milik bersama.
"Saya juga pernah mengkritik (Andi Harun), tapi untuk Teras Samarinda tidak demikian. Tidak ada perampasan hak di sana. Justru hak-hak publik dikembalikan, dan tempat ini telah menjadi ikon serta etalase baru bagi kota. DPRD juga sudah melakukan evaluasi sebelum Teras Samarinda dibuka," tutupnya.

