Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Paslon Sabani-Syukri Gelar Ramah Tamah bersama Jurnalis Balikpapan

Acara berlangsung di Tajak Coffee,m Balikapapan, Jumat (11/10/2024). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Paslon Sabani-Syukri Gelar Ramah Tamah bersama Jurnalis Balikpapan

    PusaranMedia.com

    Acara berlangsung di Tajak Coffee,m Balikapapan, Jumat (11/10/2024). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Paslon Sabani-Syukri Gelar Ramah Tamah bersama Jurnalis Balikpapan

    Acara berlangsung di Tajak Coffee,m Balikapapan, Jumat (11/10/2024). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bunyamin 

    BALIKPAPAN - Pasangan Calon (Paslon) dari nomor urut tiga, Muhammad Sa'bani-Syukri Wahid menggelar ramah tamah bersama jurnalis se-Kota Balikpapan di Tajak Coffee, Jumat (11/10/2024) malam.

    Sabani-Syukri silih berganti menjawab beberapa pertanyaan yang disampaikan jurnalis, tapi dipastikannya pasangan ini muncul di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Balikpapan bukan karena kawin paksa atau terpaksa kawin.

    "Nah kalau kami ini lahir dari rahim kegelisahan, lahir dari rahim problematika, lahir dari rahim krisis karena itu anaknya bernama solusi. Jadi kami hadir atas jawaban krisis itu," ucap drg Syukri.

    Bersama Sabani, kata dia, akan lahir sebuah diskusi panjang yang mendalam antara dua kamar chemistry. Calon wali kota seorang birokrat dan wakil wali kota dari politisi.

    "Dua kamar ini 'kan dalam Undang-Undang (UU) disebut dengan penyelenggara pemerintah daerah, yaitu eksekutif dan legislatif. Muara dari seluruh persoalan aspirasi dan ekseskusinya itu ada pada kami berdua, sehingga saya merasa chemistry itu bukan secara personal, tapi juga chemistry kompetensi," ujarnya.

    Sedangkan chemistry personal, dikatakannya, dua pasangan yang saling melengkapi. "Beliau berusia rentangnya dengan saya terpaut dua digit atau 12 tahun, menurut saya dalam hubungan pola itu, ini bagus saling mengisi," bebernya.

    Ia mengungkapkan dari proses itu lahirlah visi misi yang dirancang langsung oleh Paslon nomor urut tiga ini.

    "Visi misi ini, harus saya sampaikan itu dirancang oleh kami berdua dan tidak ada pihak lain yang menyusun visi misi itu," ungkapnya.

    Dengan proses saling melengkapi tersebut, dirinya memastikan bahwa dia tidak akan menjadi pajangan di tembok gedung putih Balikpapan.

    "Itu model kepala daerah yang tidak ingin ada pasangan, jadi kalau ini beliau sangat memberdayakan wakilnya," tuturnya.

    Sebagaimana di dalam konstitusi, ia menerangkan tugas wakil wali kota adalah memantau evaluasi pengawas internal.

    "Jadi karena background saya di DPRD sering mengawasi, saya merasa memantaskan dan beliau juga akan maksimal dengan kerjanya. Itulah ceritanya, jadi lahir dari rahim krisis yang ada. Karenanya saya tidak merasa, bahwa pasangan ini ibaratnya kalau dipisahkan rasa manis dengan gula, seperti itulah cara melepas saya dengan Pak Sabani," terangnya.

    Selain itu, kata dia, pasangan ini juga lahir dari adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

    "Itulah yang menyelamatkan pasangan ini, kalau tidak karena itu napas demokrasi jadi mati. Alhamdulillah, kami ini takdir. Kami bukan pengusaha, tidak punya pretensi untuk kembalikan modal. Jadi hari pertama bekerja, bukan mengangkat kalkulator untuk mengembalikan modal. Insya Allah, hari itulah argo kami akan dihitung untuk menerjemahkan  mimpi dan janji-janji kami untuk jembatani nanti dalam ruang eksekusi," tuturnya.

    Bahkan, dikatakannya, pasangan ini siap ditelanjangi dan tidak menutup siapapun orangnya.

    "Kami tidak akan menutup ruang komentar, kebijakan kami silahkan diuji hingga dikritik dan itu memang kami butuhkan. Silahkan telanjangi visi misi kami, justru kritik itu adalah suplemen untuk kita tumbuh. Kita tidak anti kritik, apalagi tutup kolom komentar," jelasnya.

    Sabani menambahkan, bahwa hadirnya sembilan solusi diumpamakan sebagai angka tertinggi diantara satu digit.

    "Tapi sebenarnya, kalau kita sudah duduk tentu itu tidak cukup karena masih banyak aspirasi yang belum terkolaborasi di situ, nanti pada saatnya tentu mengelaborasi yang lebih detail dan bisa mengcover berbagai masalah sehingga kita carikan solusi yang tepat," tegas Sabani.