Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan
Banner ADV

Tambahan Kuota Beasiswa Berau Cerdas Capai Rp2 Miliar, Sakirman: Dukungan Dunia Pendidikan 

Anggota DPRD Berau, Sakirman (Foto : Umar Daud/pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Banner ADV

    DPRD Kabupaten Berau

    Tambahan Kuota Beasiswa Berau Cerdas Capai Rp2 Miliar, Sakirman: Dukungan Dunia Pendidikan 

    PusaranMedia.com

    Anggota DPRD Berau, Sakirman (Foto : Umar Daud/pusaranmedia.com)

    Banner ADV

    Tambahan Kuota Beasiswa Berau Cerdas Capai Rp2 Miliar, Sakirman: Dukungan Dunia Pendidikan 

    Anggota DPRD Berau, Sakirman (Foto : Umar Daud/pusaranmedia.com)

    Reporter : Umar Daud | Editor : Buniyamin

    TANJUNG REDEB - Anggota DPRD Berau, Sakirman mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang menambah kuota beasiswa Berau cerdas sebesar Rp2 miliar melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2024.

    Dikatakannya, penambahan kuota tersebut untuk mengakomodir peserta didik maupun mahasiswa yang tidak lolos verifikasi berkas. "Sebanyak 729 pelajar dan 20 mahasiswa tidak lolos pemberkasan. Diharapkan bisa semakin banyak pelajar kita mendapat dukungan beasiswa," katanya, Selasa (15/10/2024).

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu juga sangat mendukung langkah yang diambil Pemkab Berau dalam menyokong dunia pendidikan di Bumi Batiwakkal. "Kami sangat mendukung adanya tambahan anggaran ini karena pendidikan adalah investasi jangka panjang yang penting bagi masa depan Berau. Dengan tambahan Rp2 miliar, semoga lebih banyak pelajar dan mahasiswa yang bisa terbantu," ungkap Sakirman.

    Meski menyambut baik penambahan anggaran ini, Sakirman menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pencairan beasiswa, serta  mendesak pemerintah untuk memastikan setiap penerima benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

    Selanjutnya, penerima beasiswa harus proses verifikasi dilakukan secara adil dan terbuka. "Pemerintah harus memastikan bahwa setiap penerima beasiswa sesuai dengan kriteria dan proses verifikasi dilakukan dengan adil. Kami juga meminta agar ada pengawasan ketat dalam pencairan dana ini," tegasnya.

    Sakirman juga menyoroti masalah teknis yang sering muncul dalam proses pencairan, seperti rekening penerima beasiswa yang tidak aktif. Persoalan ini harus segera diatasi agar tidak menghambat distribusi dana beasiswa kepada yang berhak menerimanya.

    "Jangan sampai beasiswa yang sudah dialokasikan tidak bisa diterima hanya karena masalah administrasi teknis seperti rekening tidak aktif. Ini perlu menjadi perhatian serius," tambahnya.

    Sakirman juga berharap agar program Beasiswa Berau Cerdas dapat terus ditingkatkan ke depannya, terutama untuk menjangkau lebih banyak pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga Berau dan harus dijamin aksesnya oleh pemerintah.

    “Kita harus memastikan bahwa setiap anak di Berau memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pendidikan adalah hak semua orang dan merupakan investasi bagi kemajuan Berau di masa depan,” pungkasnya. (adv)