Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Ketua DPRD Bontang Dilaporkan PHM atas Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu, Andi Faiz: Ini Bentuk Perhatian

PHM Bontang Usai Berikan Laporan Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu ke Polres Bontang (Dok:Lutfi aziz/Pusaranmedia)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Ketua DPRD Bontang Dilaporkan PHM atas Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu, Andi Faiz: Ini Bentuk Perhatian

    PusaranMedia.com

    PHM Bontang Usai Berikan Laporan Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu ke Polres Bontang (Dok:Lutfi aziz/Pusaranmedia)

    Ketua DPRD Bontang Dilaporkan PHM atas Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu, Andi Faiz: Ini Bentuk Perhatian

    PHM Bontang Usai Berikan Laporan Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu ke Polres Bontang (Dok:Lutfi aziz/Pusaranmedia)

    Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

    BONTANG - Ketua Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kota Bontang, Udin Mulyono melaporkan Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam atas dugaan pengunaan ijazah palsu untuk pencalonan DPRD.

    Pelaporan tersebut dilakukan PHM ke Polres Bontang, Rabu (13/11/2024). Udin menyebut dalam waktu dekat, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kaltim juga akan melakukan tindak lanjut atas laporan PHM Bontang.

    Ia pun meminta aparat kepoliasian benar-benar mengusut tuntas sesuai dengan tupoksi penyidikan sesama masyarakat Kota Bontang. "Kita akan tindak lanjuti terus sampai mendapatkan kepastian yang sebenarnya," ujarnya, Rabu (13/11/24).

    Kata dia, beberapa pengurus tingat provinsi telah menghubunginya untuk ikut melakukan penyelidikan dan meminta agar segera ada tindak lanjut dari aparat kepolisian. "Ada empat LSM yang ikut mengawasi kasus ini, mahasiswa juga ada yang mengawali kasus ini," tambahnya.

    Bukti yang dilampirkan adalah bukti berupa ijazah Strata 1 (S1) yang diduga palsu karena ditemukan nomor ijazah tersebut tidak sesuai dengan nama Andi Faizal. Ijazah tersebut dikeluarkan dari salah satu perguruan tinggi di Kaltim.

    "Nomor ijazah tersebut terdaftar atas nama orang lain dan itu digunakan dalam Pileg 2019-2024 dan 2024-2029., kami melakukan pengecekan di PDDikti" terangnya.
       
    Menanggapi itu, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebut ini merupakan bentuk perhatian dari pihak lain menjelang Pilkada 2024 ini.

    Ia pun siap memenuhi panggilan jika nanti akan dilakukan pemeriksaan pada dirinya. "Ada-ada saja, meski begitu saya berterima kasih pada pihak sebelah karena menurut saya, itu merupakan bentuk perhatian," jelasnya saat dihubungi.

    Andi Faizal menyebut akan datang dengan senang hati dan mengklarifikasi dugaan yang dilontarkan tersebut.

    Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan sesuatu yang menyesatkan, apalagi digunakan sebagai salah satu cara untuk menyerang mendekati Pilkada.