Reporter: Lodya Astagina | Editor: Supiansyah
TENGGARONG - Plt Dirut RSUD AM Parikesit Martina Yulianti menyebutkan persediaan oksigen di rumah sakit sudah menipis, dan hanya bisa bertahan untuk hitungan hari saja.
Sehingga, jika terjadi lonjakan kasus yang signifikan, maka stok oksigen yang ada akan sangat kurang. Dirinya juga menambahkan, pihaknya tak tentu tak bisa memproduksi oksigen sendiri untuk memenuhi kebutuhan itu. “Aman untuk beberapa hari aja, kalau terjadi lonjakan ya kurang, kita nggak bisa buat oksigen sendiri,” jelas Martina.
Sementara, saat ini seluruh Indonesia juga sangat memerlukan persediaan oksigen. Semua RS di seluruh Indonesia rebutan untuk bisa mendapatkan vaksin. Jadi, sangat tidak memungkinkan juga untuk meminta persediaan banyak-banyak.
“Seluruh Indonesia perlu oksigen, sekarang kalau minya banyak-banyak orang juga rebutan, oksigen terbatas kok,” terangnya.
Karena kata dia, oksigen yang saat ini tengah menjadi rebutan membuat persediaannya memang terbatas, dan semua orang dari seluruh penjuru Indonesia juga membeli oksigen di satu tempat yang sama.
“Semua orang beli oksigen disatu tempat, semua beli di sana, mau gimana,” ujarnya.
Dirinya mengatakan dengan tegas, saat ini yang perlu dilakukan adalah mengurangi jumlah orang-orang yang sakit. Ia menyampaikan, masyarakat jangan merasa berani dengan Covid-19. Karena mungkin saja bukan kaum muda yang akan kena bahaya, tetapi orang tua di rumah.
“Kurangilah orang sakit, ndak ada antisipasi, jangan pemberani sama Covid-19,” tuturnya.
Martina mengatakan, bukan bermaksud menakut-nakuti masyarakat dengan kondisi Covid-19 yang melonjak, sampai kapasitas tempat tidur di rumah sakit sudah tidak tersedia lagi. Karena faktanya kondisi sekarang ini memang benar seperti itu adanya.
“Silakan aja sih kalau merasa ditakut-takuti, sekarang saya sudah enggak peduli. Saya sih enggak pusing ya, kondisinya memang seperti itu. Kalau yang merasa tidak takut ya enggak apa ya,” tutupnya.

